TENDA DARURAT - Plt Direktur RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, saat menunjukan pendirian tenda darurat, di halaman rumah sakit yang dipimpinnya. (Foto: Ist)

Laporan: Moh. Fadel

RUMAH Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu saat ini telah mendirikan tenda darurat sebagai ruang IGD untuk menampung pasien positif Covid-19 yang baru masuk di rumah sakit tersebut. Ini adalah langkah cepat antisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Palu yang beberapa pekan terkahir ini trennya menanjak naik.

Plt Direktur RSU Anutapura Palu, drg. Herry Mulyadi mengungkapkan, ruang darurat IGD Covid ini dapat menampung 8 pasien yang terindikasi positif Covid-19.

“Kami sediakan 8 pelbet untuk menampung para pasien. Tenda darurat itu merupakan batuan dari Dinas Sosial,” ungkap Herry, saat dihubungi Metro Sulawesi, Kamis, 8 Juli 2021.

Selain itu juga kata Herry, besok (hari ini-red) akan ditambah lagi tenda darurat untuk warga yang mengikuti vaksinasi, sebab antusias warga Palu cukup tinggi. Dari data yang ada, rata-rata 100 lebih setiap hari warga divaksin.

“Perlu diketahui juga bahwa pasien positif yang kami rawat telah mencapai 40 orang lebih, dan ini sudah hampir full. Olehnya itu kami tentunya harus antisipasi dengan mendirikan tenda darurat, sebab ruangan IGD Covid kami hampir full,” jelasnya.

Herry pun memprediksi minggu terakhir Juli ini akan terjadi lonjakan kasus positif, dan hal itu harus diantisipasi mulai sekarang, karena dari data yang ada, kasus Covid-19 di Palu hampir mencapai 200 orang yang terpapar.

“Namun sampai saat ini khusus untuk di RSU Anutapura pasien Covid-19 sebanyak 35 orang, dan semua rumah sakit di Palu seperti RS Undata, RS Madani, dan RS Wirabuana, serta lainya hampir full,” ujarnya.

Selain itu, kata Herry, Pemerintah Kota Palu juga saat ini terus menggenjot vaksinasi.

“Kemudian Ibu Wawali juga perintahkan oksigen agar dipesan memang, dan itu sudah kami lakukan. Hanya saja kami sampaikan kepada distributor oksigen yang ada di Kayumalue agar jangan dulu dibawa, kecuali darurat baru dibawa ke agar tidak tertumpuk di rumah sakit,” ungkapnya.

Herry berharap, semua rumah sakit mempersiapkan dan membantu warga Palu dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Kami juga mengimbau pasien-pasien yang isolasi mandiri, agar melaporkan diri ke pihak Kelurahan dan Puskesmas setempat. Jangan terlalu panik, yang penting jaga protokol kesehatan (prokes),” ujarnya.

Herry juga berharap peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya dalam masa pandemi ini, agar selalu memberikan imbauan ke masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

“Karena Kota Palu sudah masuk kategori harus diperketat,” ungkapnya.

“Dari hasil survei bahwa warga Kota Palu itu kurang patuh prokes, sehingga kasus Covid-19 meningkat signifikan. Olehnya itu kami berharap, masyarakat Palu patuh, sehingga kasus Covid-19 tidak meningkat lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Kota Palu, Jainudin, memberikan apresiasi atas gerak cepat pihak RSU Anutapura mengantispasi lonjakan Covid-19.

“Tentunya sangat bangus karena memang akhir-akhir ini kita dengar banyak penambahan pasien Covid-19,” ungkapnya.

Sebagai masyarakat, Jainudin pun berharap pemerintah bisa cepat menangani penyebaran pandemi virus corona di Kota Palu.

Ayo tulis komentar cerdas