Brigadir Polisi Moh Nurhidayat. (Foto: Dok Pribadi)

Brigadir Polisi  Moh Nurhidayat lolos bergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB bersama 154 personel lainnya. Dia mewakili Polda Sulteng. Dan satu-satunya putra Kaili pertama yang mendapat kepercayaan menjadi pasukan Garuda PBB FPU (Formed Police Unit) Indonesia III Minusca yang akan ditugaskan di Bangui, Afrika Tengah.

ANAK pertama dari dua bersaudara pasangan Ampera B.Manila dan Nurnia ini, sebelumnya berdinas di Satuan Lalu Lintas Polres Palu. Dia  adalah alumni SMA Negeri 2 Palu, dan mulai berdinas sebagai anggota Polri sejak tahun 2010, dengan nama Brigade One Zero (BOZ).

Kepada Metrosulawesi.id, melalui telpon pria yang akrab disapa Hidayat itu sudah memiliki satu anak bernama Aisyah Karunia Azzahra berumur 2 bulan. Istrinya bernama Kirana Karunia Rizki Sudrajat yang juga anggota Polri yang berdinas di Bidang Humas Polda Sulteng.

Nurhidayat menjelaskan sejak dirinya diterima sebagai polisi, memang sudah bercita–cita menjadi salah satu personel Pasukan Perdamaian Dunia.

“Sejak masuk Polisi saya memang bercita-cita ingin bergabung dalam pasukan PBB, dan saya memang lahir dan besar di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Yaku Hi To’Kaili,” ucap pria kelahiran Palu 11 April 1991 itu.

“Kata orang sih, saya juga masuk dalam alumni 4,7 SR. Artinya saya juga rasakan bagaimana bencana alam Gempa Bumi pada 28 September 2018 lalu,” candanya.

Selama 10 tahun berdinas di kepolisian, Brigadir Nurhidayat, terus bersemangat dalam mengemban tugas. Terutama di beberapa operasi di wilayah Sulawesi Tengah. Seperi pernah ikut bertugas dalam Operasi Tinombala yang dilanjutkan dengan Operasi Madago Raya (Operasi pengejaran kelompok teroris MIT Poso). Di Operasi Madago itu dia masih merupakn ADC AKBP Basya Radyannda SIK, yang saat ini telah berpangkat Komisaris Besar (Kombes) Polisi, sejak menjabat sebagai Kapolres Palu dan Wadansat Brimob Polda Sulteng.

“Alhamdulillah ini menjadi suatu kebanggaan bagi saya sebagai putra Kaili pertama yang bisa masuk menjadi pasukan Garuda PBB FPU 3 Minusca  di Wilayah Afrika Tengah Bangui. Sejak terbentuk pasukan Garuda FPU dari tahun 2008, sampai saat ini, FPU Unamid Sudan ke-1 sampai FPU Unamid ke 12 dan di lanjut FPU 1 Minusca, FPU 2 Minusca dan sekarang FPU 3 Minusca,” urai pria yang akrab disapa Dayat itu.

“Saya bangga mendapat kepercayaan dari Polri untuk membawa nama Indonesia ke manca negara untuk menjadi pasukan penjaga perdamaian dunia,” tambahnya.

Nurhidyat mengaku tak lupa berterima kasih kepada Kombes Pol Basya Radyananda SIK, serta AKBP Mujianro SIK, yang sudah mendidiknya dengan keras saat dirinya ditugaskan menjadi ADC Kapolres Palu.

“Saat ditugaskan menjadi ADC Kapolres Palu, disitulah pribadi dan kedisiplinan saya kembali di gembleng dan di bentuk.Terima Kasih Komandan Kombes Pol Basya Radyananda SIK, dan AKBP Mujianto SIK, berkat didikan Komandan saya bisa seperti ini,” ujarnya.

Dayat juga mengatakan dirinya bersama dengan 153 personel lainnya, akan melaksanakan tugas misinya selama 1 tahun. Mereka akan diberangkatkan pada September 2021 mendatang.

Dayat mengaku sudah menyiapkan segala sesuatu. Termasuk ketika dirinya merasakan rindu dengan putrinya. Dia mengaku akan menyempatkan waktu untuk Video Call, paling tidak sehari sekali.

“Di wilayah tugas nanti, pasti ada jaringan telepon dan internet, untuk mengobati rasa rindu pastinya akan video call… donk…, sama anak dan tentunya istri,” celetuknya.

“Dalam kesempatan ini saya memohon doa dari semua keluarga dan rekan-rekan saya, khususnya BOZ (Brigade One Zero). Semoga dalam tugas nantinya saya beserta rekan-rekan lainnya diberikan kesehatan dan keselamatan dalam mengemban tugas,” tutupnya.

Sementara itu Ampera B.Manila, ayah dari Brigadir Moh Nurhidayat, merasa sangat  bangga, anaknya telah membuktikan bahwa dirinya bisa berbuat yang terbaik dengan menjadi anggota Polri. Dan saat ini menjadi salah satu anggota Polri yang bertugas sebagai Polisi Perdamaian Dunia.

“Ini suatu kebanggaan, karena memang di keluarga besar kami tidak ada yang menjadi Polisi, hanya dia (Moh.Nurhidayat) yang memang berusaha untuk menggapai cita-tanya untuk menjadi polisi,” ucapnya.

“Sebagai orang tua saya sangat terharu. Walaupun dia meninggalkan anaknya yang masih kecil dan istri, cita-citanya berusaha untuk menjadi yang terbaik dari yang baik. Itu semua merupakan keberkahan bagi dia sendiri untuk negara dan keluarga tercinta,” tambahnya.

Dalam Kesempatan ini, Kapolres Palu AKBP Riza Faisal SIK, berpesan jaga nama baik Negara, khususnya PPLRI di daerah misi, tetap semangat dan jaga kesehatan.

“Selamat bertugas sebagai anggota FPU pasukan perdamaian PBB,semoga penugasannya berjalan dengan sukses dan lancar,” pesannya. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas