Lilik Sujandi. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng, Lilik Sujandi, meminta divisi pemasyarakatan membuat peta kerawanan dalam pencegahan narkoba di lingkungan UPT Pemasyarakatan yakni Lapas dan Rutan.

“Peta kerawanan pencegahan narkoba di lingkungan UPT Pemasyarakatan dapat menjadi proyek perubahan yang dapat mengelola satu pencegahan dan pembatasan narkoba secara terukur dengan konsep yang komprehensif serta memiliki kaidah statistik,” ucap Lilik saat pengarahan kepada jajarannya secara virtual, Selasa, 6 Juli 2021.

Dengan begitu kata dia dapat memberikan citra indeks kerawanan dari suatu Lapas atau Rutan. Selain itu, dibutuhkan data-data tentang tahanan, warga binaa pemasyarakatan dan juga petugas yang berisiko tinggi sehingga akan menjadi rujukan untuk rekomendasi berikutnya.

Lilik juga menyampaikan akan membentuk tim efektif bertugas merancang pola asesmen kerawanan yang akan dibuat dalam bentuk digital sehingga dapat menampilkan citra kemajuan dalam membangun deteksi dini khusus kerawanan peredaran narkoba di lingkungan UPT Pemasyarakatan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulteng diberikan mandat sebagai ketua tim efektif untuk capaian deteksi dini dalam bentuk digital dan pro bersinar guna pencegahan peredaran narkoba dalam bentuk terpadu.

Lilik juga mengingatkan pentingya penguatan pilar untuk pencegahan peredaran narkoba berbasis budaya di lingkungan UPT pemasyarakatan masing-masing yaitu kepatuhan internal, rehabilitasi serta peradaran uang.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Monang Situmorang, mengharapkan keseriusan para kepala Lapas dan Rutan bersama-sama melaksanakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

“Kita penyalahgunaan narkoba nomor empat. Nomor satu Sumatera Utara, nomor dua Sumatera Selatan, nomor tiga DKI, nomor empat kita, Sulawesi Tengah. Untuk Sulawesi Tengah, Kota Palu berada di nomor urut satu,” ungkap Monang saat Deklarasi Lapas-Rutan se-Sulteng Bersih dari Narkoba (Bersinar) di Palu, Senin, 7 Juni 2021.

Dia mengatakan salah satu cara yang bisa dilakukan dengan memastikan narapidana tidak memiliki akses komunikasi. Sebab untuk mengawasi napi satu persatu setiap waktu suatu keniscayaan.

Monang menuturkan peredaran narkoba kian memprihatinkan, terlebih Sulteng saat ini berada di peringkat empat secara nasional. Dia juga mengungkapkan Sulteng sedang dalam bayang-bayang ledakan pengguna atau penyalahgunaan narkoba. Hal ini berdasarkan jumlah yang telah terpapar narkoba di Sulteng sudah mencapai 52.341 penduduk.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas