TINJAU - Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nasrul SKM MKes bersama Wakil Direktur II Poltekes Palu Amsal SKM MKes meninjau persiapan kampus Poltekes di Desa Silabia Kecamatan Tinombo, Kamis 8 Juli 2021. (Foto: Dok Humas Pemda Parimo)

Parimo, Metrosulawesi.id – Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nasrul SKM MKes bersama Wakil Direktur II Poltekes Palu Amsal SKM MKes meninjau persiapan kampus Poltekes di Desa Silabia Kecamatan Tinombo, Kamis 8 Juli 2021. Rombongan didampingi Bupati kabupaten Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu bersama sejumlah Kepala OPD dijajaran Pemerintah daerah Parimo.

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parimo, Rinaldi Rosul mengatakan, titik lahan yang telah disurvei akan dievaluasi dengan memperhatikan prinsip-prinsip pertimbangan yang matang sesuai prosedur yang berlaku.

Dikatakan, sesuai peraturan yang baru yakni Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2021 tentang Pembebasan Lahan untuk Fasilitas Umum, maka dinas teknis mengajukan permohonan sesuai perencanaan yang ada. 

“Kami pertanahan siap melakukan pembebasan lahan dengan memperhatikan peta lokasi, peta bidang dan afrizier atau penilaian harga jual tanah,” tutur Rinaldi.

Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Nasrul SKM MKes, mendukung penuh terobosan Bupati Parimo untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan kesehatan. 

Menurut Nasrul, ada tiga proses jangka waktu yang akan ditempuh dalam pengembangan Politeknik Kesehatan di Parigi Moutong, yakni proses jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Lokasi pembangunan Poltekes di Parigi Moutong sesuai hasil survei di lapangan, sangat memungkinkan karena di atas rata rata dua hektare. 

“Kami akan analisis tempatnya. Saya kira lokasi yang sudah kami survei semuanya punya kelebihan masing-masing,”tuturnya.

Disamping itu kata Nasrul, yang harus menjadi pertimbangan adalah akses lokasi yang bisa dijangkau, utamanya adanya perputaran ekonomi di sekitar kampus tersebut dan dekat dengan pemukiman warga, paling tidak bisa menguntungkan bagi masyarakat dan memudahkan mahasiswa itu sendiri.  Nasrul menambahkan, bahwa Kementerian Kesehatan mendukung penuh terobosan Pemda Parimo, karena Parigi Moutong banyak wilayah terpencil, terluar dan wilayah perbatasan.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas