Head Area Bank Mandiri Palu Zuhri (kedua dari kiri) bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi Diah Agustiningsih usai melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama penerapan cashless pada destinasi wisata Kabupaten Sigi. Penandatanganan berlangsung di Kantor Cabang Bank Mandiri Palu, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Jumat, 9 Juli 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Bank Mandiri Area Palu melakukan kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi untuk pelayanan tiket masuk menggunakan non tunai (cashless) pada dua titik destinasi wisata, Wisata Air Panas Bora dan Paralayang Wayu. Penandatanganan kerjasama berlangsung di Kantor Cabang Bank Mandiri Palu, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Jumat, 9 Juli 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi Diah Agustiningsih mengatakan kerjasama ini diharapkan memudahkan pengunjung dalam bertransaksi tiket masuk lokasi wisata.

“Ini sesuai dengan program pemerintah kabupaten untuk digitalisasi dimana pembayaran dilakukan secara non tunai,: kata Diah.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, kata Diah, cashless akan menghindarkan kita banyak memegang uang runai. Selain itu, cashless juga mendorong akuntabilitas dan lebih transparan dalam pengelolaan keuangan.

Diah mengakui terjadi penurunan kunjungan wisata di Kabupaten Sigi selama pandemi Covid-19. Sebulan paling tinggi 200 orang yang berkunjung. Padahal sektor pariwisata menjadi penyumbang PAD terbesar di daerah itu.

Kepala Cabang Bank Mandiri Basuki Rahmat Dwi Ratnani Wijotohardjo mengatakan selain kerjasama tersebut, Bank Mandiri juga terus melakukan pengembangan berupa agen-agen Bank Mandiri untuk masyarakat pedesaan.

“Ini akan memudahkan masyarakat pelosok dalam memenuhi kebutuhan seperti token listrik, pulsa ponsel dan sebagainya tanpa harus ke kantor bank lagi,” kata Dwi Ratnani.

Sementara itu, Head Area Bank Mandiri Palu Zuhri mengatakan kerjasama jni akan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi tanpa bawa uang tunai lagi serta menghindari penggunaan uang palsu.

Bank Mandiri akan mensupport Dinas Pariwiaata Sigi berupa barcode atau Quick Respons Indonesian Standart (QRIS), hingga mesin edisi untuk memudahkan pembayaran di tempat wisata.

Selain itu Bank Mandiri juga ikut mendorong pemakaian aplikasi jasa pemesanan makanan/minuman melalui Digiresto dan aplikasi transaksi lainnya. Aplikasi Digiresto sudah digunakan 50 persen pelaku usaha cafe dan restoran untuk bertransaksi.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas