Lutfi Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Persiapan Haji 2022 Mulai Dilakukan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementarian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Lutfi Yunus mengungkapkan, sesuai jumlah jemaah haji Sulteng yang sudah setor lunas sebanyak 1.955 orang, paspor mereka sudah dikembalikan di setiap kabupaten dan kota.

“Pengembalian paspor semua calon jemaah haji (CJH) sudah selesai, sesuai dengan KMA 660 tahun 2021 jika ada jemaah yang tidak mengambil paspornya, maka secara otomatis jemaah haji itu menitipkan paspor tersebut di Kemenag kabupaten dan kota, dalam hal ini di Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah,” jelas Lutfi, melalui ponselnya, Selasa, 6 Juli 2021.

Kata Lutfi, jemaah yang menitipkan paspornya di Kemenag harus membuat pernyataan dilengkapi dengan materai.

“Terkait pengambilan selisih setoran lunas biaya haji dari data tahun 2020, ada sekitar 13 CJH yang ajukan pengambilan dana haji tersebut, namun tidak terlalu banyak yang ajukan pengambilan. Kami juga sudah sampaikan kepada para jemaah haji yang sudah menyetor lunas, bahwa dana haji itu aman tersimpan di rekening Badan Pengelola Kuangan Haji (BPKH),” ujarnya.

Lutfi mengatakan, sesudah Dzulhijjah maka Kemenag sudah masuk dalam persiapan haji 2022.

“Yang jelas kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk haji 2022, sejak 2020 hingga 2021 kami sudah melakukan verifikasi paspor jemaah dengan mencocokan antara nama dan foto, kita terbantu dengan waktu dua tahun tersebut. Kita juga sudah melakukan sebagian dari jemaah haji kita yakni pemindaian (scanner) untuk dikirim ke Direktorat Haji pusat,” katanya.

Kata Lutfi, prioritas yang diberangkatkan pada 2022 adalah jemaah haji yang tertunda sejak 2020 dan berlanjut tertunda lagi 2021, dan itu sudah dijadwalkan pada 2022.

“Untuk kuota tetap sebanyak 1.955 dan itu tidak akan berubah. Kami berharap para jemaah haji tetap bersabar, di waktu tertundanya dua tahun itu ambil hikmahnya untuk pemantapan manasik. Kita harus menunggu ketetapan dari pemerintah, yang jelas jemaah haji yang tertunda 2020 itu diprioritaskan barangkat 2022,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, pada persiapan haji 2022 pemerintah tetap mengambil skema pelaksanaan ibadah haji tahun depan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

“Terkait vaksinasi, jemaah haji Sulteng ini rata-rata sudah menjalani vaksinasi, bahkan mereka bergabung dalam kelompok masyarakat di setiap kabupaten/kota. Yang jelas di dalam kelompok masyarakat mengikuti vaksinasi itu, pasti ada jemaah haji yang juga divaksin,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas