BERI KETERANGAN - Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf saat berikan keterangan kepada jurnalis. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)
  • Ketika Masa Aktif Satgas Percepatan RR Sulteng Berakhir

Masa rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) pascabencana alam Sulawesi Tengah 28 September 2018 terus bergulir. Bahkan Pemprov Sulteng dibawa Gubernur H Rusdy Mastura bertekad menyelesaikan rehab rekon pada 2021.

DI tengah upaya mempercepat RR, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan RR Sulteng, yang dilaksanakan oleh Makorem 132/Tadulako justru telah habis masa tugasnya. Akibatnya, Satgas tak lagi bisa berbuat apapun dalam menyegerakan masa pemulihan segenap penyintas musibah dahsyat, 2 tahun 10 bulan lalu itu.

Non job-nya gerakan pasukan itu diungkapkan oleh Danrem 132 Tadulako sekaligus Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Percepatan Penanganan Masa RR Sulteng, Brigadir Jenderal TNI Farid Makruf.

Kepada jurnalis Metrosulawesi, Farid menjelaskan masa keaktifan Satgas Percepatan tersebut memang telah berakhir sejak tanggal 31 Desember 2020 lalu.

Namun dia menuturkan telah mengajukan dokumen atau Surat Keterangan (SK) permohonan perpanjangan kepada Pemda Sulteng, sebagai langkah awal untuk nantinya dikirimkan ke Pemerintah Pusat dan berujung disepakati oleh Panglima TNI.

Pembentukan yang mengacu Instruksi Presiden (Inpres) berlaku sejak 28 November 2018 tempo itu, urung ditindaklanjuti atau diberi ‘napas’ lanjutan di pihak Pemda Sulteng.

“Kita itu menunggu realisasi perpanjangan Satgas percepatan rehab rekon ini. Katanya Inpres itu diperpanjang (terhitung) per Januari sampai November, tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjutnya,” beber Farid di salah satu restoran di Kota Palu, pertengahan Juni 2021.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, pihaknya sangat menanti diaktifkannya kembali Satgas yang turut membantu sejak awal masa darurat gempa bumi, tsunami serta likuefaksi.

Itu semata agar ia bisa kembali mengkoordinasikan langsung serta memerintahkan pasukannya untuk terjun di masa yang dirundung sekelumit masalah administrasi hingga teknis ini.

“Sampai hari ini pekerjaan (Satgas) itu macet atau terhenti,” ujar Farid.

“Kalau Inpres itu sudah turun ke kita ya pasti kita kerja. Saya bisa koordinasikan ini itu, bekerja. Kalau nggak ada Inpresnya kita bisa berbuat apa? Saya nggak bisa gerak dong selaku Dansatgas,” lugasnya.

Status kini yang macet di atas kertas itu pun otomatis menonaktifkan Brigjen Farid sebagai Dansatgas operasi kemanusiaan tersebut.

Keinginan dan keseriusan Farid membantu mempercepat penanganan masa terakhir imbas tiga bencana alam itu, dia tunjukkan dengan tetap memantau progresnya, seperti mengumpulkan data awal dan mutakhir tingkat perencanaan sampai ke pelaksanaan, sembari menunggu pengesahan permohonan perpanjangan Satgas Percepatan Penanganan Masa Rehabilitasi Rekonstruksi Sulteng tahun 2021.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas