FOTO BERSAMA - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah Brigjen Pol. H. Monang Situmorang, SH, pada acara tatap muka di Kantor Bupati Morut, Senin (5/7/2021). (Foto: Istimewa)

Morut, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah Brigjen Pol. H. Monang Situmorang, SH, MSi, mengingatkan masalah penggunaan narkoba di Sulteng sudah dalam tahap berbahaya.

“Daerah ini (Morut) termasuk kawasan yang rawan penggunaan narkoba. Ini karena banyak perairan dan jalan daratnya menghubungkan beberapa provinsi,” jelas Kepala BNNP Sulteng dalam acara tatap muka di Kantor Bupati Morut, Senin (5/7/2021).

Dalam pertemuan itu Brigjen Situmorang didampingi Kepala BNNK Morowali AKBP Mulyadi, Wakil Bupati Morut H. Djira K, dan Sekda Musda Guntur. Hadir para pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), sejumlah camat dan pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Morut.

Menurut Situmorang, Sulteng termasuk daerah dengan tingkat penggunaan narkoba tertinggi. Bahkan pada tahun 2019, Sulteng dinyatakan sebagai provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi ke empat di Indonesia.

“Bisa dibayangkan, kita (Sulteng) tertinggi keempat dari seluruh provinsi di Indonesia. Apa tidak mengerikan?,” ujarnya.

Menurutnya, Morut juga sangat berpotensi  menjadi lahan peredaran narkoba. Selain karena ternasuk daerah terbuka, wilayah ini juga sedang berkembang dengan industri pertambangan. Sementara itu, Wabup Morut H. Djira berterima kasih atas kehadiran Kepala BNNP Sulteng dan rombongan. Ia berharap kerja sama antara pihak BNN dengan Pemda Morut bisa terus berjalan, karena bahaya narkoba sangat merugikan dan berdampak buruk bagi siapa pun.

“Kita harus bersama-sama untuk memberantas penyalahgunaan narkoba,” jelas Wabup.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas