Moh. Asrul Bantilan. (Foto: Istimewa)

Tolitoli, Metrosulawesi.id –  Pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021/2022 dimasa Pandemi covid-19 masih sebatas wacana.  Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh. Asrul Bantillan, S.Sos saat mengikuti rapat koordinasi melalui video confrence (virtual) dengan agenda membahas eskalasi Covid-19 per cluster yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (5/7/2021).

Asrul Bantilan mengatakan pada tahun 2021 ini, pembelajaran tatap muka tahun ajaran 2021/2022, saat ini masih terus dibahas di tingkat provinsi. Hal ini diakibatkan masih tingginya penyebaran covid 19 di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Tolitoli yang penyebaranya masih terus meningkat.

Sementara dari Donggala, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Anggie Lamarauna mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas akan dimulai pada 17 Juli mendatang. Hanya saja proses belajar tatap muka menyesuaikan dengan kondisi daerah.

“Dari 95 sekolah menengah pertama di Kabupaten Donggala persentase pembelajaran tatap muka sudah mencapai 70% lebih. Sedangkan untuk metode daring dan luring baru 30%, contoh SMP Negeri I Banawa jumlah siswanya 427 orang, orang tua yang menyetujui itu 307, sisanya memilih metode daring dan luring,” kata Anggi yang didampingi Kepala Seksi,  Selasa 6 Juli 2021.

“Awal tahun ajaran baru sekolah tatap muka terbatas pada 12 Juli mendatang, tetapi kita lihat kondisi daerah, kalau suatu kecamatan zona kuning dan hijau boleh tatap muka,” sebutnya. 

Dari Parimo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Aminuddin menerangkan, pembelajaran tatap muka (PTM) masih menunggu rekomendasi dari Tim Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Parimo.

“Rencananya kami lakukan pada tanggal 12 Juli 2021 mendatang,” terang Aminuddin di ruang kerjanya, Senin 5 Juli 2021.

Menurutnya, rekomendasi pelaksanaan PTM di Parimo yang akan dikeluarkan oleh Satgas COVID-19 Parimo itu sesuai dengan permohonanyang diberikan. Dia juga mengatakan, berdasarkan petunjuk Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI bahwa yang ada di zona hijau dan orange bisa melaksanakan PTM di tahun ajaran baru ini. Akan tetapi, ketika PTM dilakukan dan terjadi peningkatan kasus COVID-19, maka proses pembelajaran harus dihentikan.

“Kami tetap akan menunggu rekomendasi dari Satgas COVID-19 untuk PTM nanti,” tuturnya.

Reporter: Aco Amir – Tamsyir Ramli – Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas