Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, wilayah Kota Palu saat ini masuk dalam zona merah terkait penyebaran kasus Covid-19. Sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Sulteng jelas bagi wilayah zona merah dan orange tidak boleh menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kami masih menunggu arahan dari Wali Kota Palu terkait kebijakan pelaksanaan PTM, karena saat ini Kota Palu masih zona merah,” kata Ansyar, melalui ponselnya, belum lama ini.

Ansyar mengatakan, sesuai rencana PTM akan dimulai pada 19 Juli atau tahun ajaran baru. Namun pihaknya masih menunggu seperti apa arahan atau kebijakan dari Wali Kota Palu.

“Jika kesiapan untuk PTM sekolah-sekolah di Palu sudah siap, dari sisi sarana prasana pencegahan penyebaran Covid-19 telah dilakukan oleh sejumlah sekolah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Muchlis mengungkapkan, Surat Edaran (SE) Gubernur Sulteng tentang kebijakan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas telah terbit.

“Dalam SE Gubernur itu telah dijelaskan, bagi sekolah yang membuka PTM terbatas yang diizinkan daerahnya berada di zona hijau dan kuning, sementara di zona orange dan merah tidak diperkenankan,” kata Muchlis, usai mengikuti rapat bersama MKKS SMA, di SMAN 8 Palu.

Selain itu kata Muchlis, bagi sekolah sudah mau membuka PTM terbatas, harus dipastikanpula bahwa sarana prasarana pencegahan penularan Covid-19 sudah siap, seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, serta perlatan lainya. Kemudian juga harus ada kesepakatan dari orang tua siswa.

“Jika misalnya sekolah telah membuat kesepakatan, namun ada orang tua tidak setuju diselenggarakan PTM terbatas, maka sekolah harus menerapkan dua pola sistem pembelajaran, yakni pembelajaran secara daring, dan PTM secara terbatas,” ujarnya.

Muchlis mengatakan, syarat selanjutnya bagi sekolah melaksanakan PTM terbatas, guru yang mengajar harus sudah menerima dosis vaksin tahap satu dan dua. Yang belum divaksin mengajar secara daring dari rumah.

“Dalam seminggu hanya bisa dua hari perjenjang kelas, kemudian hanya 3×45 menit perhari. Saya telah sampaikan kepala sekolah yang hadir di rapat hari ini (kemarin-red), agar jangan melakukan improvisasi atau kegiatan lain, diluar yang sudah ditentukan di dalam edaran. Karena edaran yang dikeluarkan pak Gubernur ini betul-betul harus ditaati,” jelasnya.

Muchlis berharap, kepala sekolah SMA di Sulteng tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran, sebab SE Gubernur telah ditekankan PTM terbatas dilaksanakan bagi wilayah zona hijau dan kuning, selain itu tidak diizinkan.

“Misalnya saja di Kota Palu saat ini katanya zona merah atau orange, tentunya tidak bisa dilaksanakan PTM terbatas. Namun jika suatu wilayah atau daerah sudah zona hijau atau kuning, secara otomatis kepala sekolah sudah bisa PTM terbatas, tanpa menunggu edaran lagi,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas