Farida Lamarauna. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Provinsi Sulawesi Tengah turut menyumbang lonjakan pasien terpapar virus corona (Covid-19). Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Dikominfo) Provinsi Sulteng, Hj Farida Lamarauna, mengungkapkan terjadi peningkatan pasien dalam perawatan sepekan terakhir sebesar 84,31 persen.

“Peningkatan sebesar 84,31 persen dengan rata-rata penambahan pasien 57 orang per hari,” ungkap Farida melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Juli 2021.

Diakui terjadi peningkatan pasien yang terkonfirmasi Covid-19 sebesar 81,44 persen pada Juni 2021 dibandingkan dengan Mei. Farida mengatakan data yang diolah Diskominfo bersumber dari Pusdatina Covid-19 Provinsi Sulteng.

Sebelumnya, Diskominfo Provinsi Sulteng mencatat jumlah pasien terpapar Covid-19 yang harus menjalani perawatan meningkat dalam sepekan terakhir atau 21-27 Juni 2021.

“Jumlah kumulatif pasien Covid-19 dalam perawatan sebanyak 404 orang,” ungkap Farida Lamarauna, Senin, 28 Juni 2021.

Dia merincikan pada 21 Juni, pasien dalam perawatan hanya 247 orang, esoknya pada 22 Juni mulai meningkat menjadi 254 orang, meningkat lagi pada 23 Juni menjadi 275 orang, berlanjut pada 24 Juni menjadi 308 orang, dan pada 26 Juni menjadi 344 orang, kemudian memuncak pada 27 Juni menjadi 404 orang.

Dalam pekan yang sama, jumlah pasien sembuh dari virus corona fluktuatif yaitu pada 21 Juni 43 orang, pada 22 Juni 16 orang, pada 23 Juni 11 orang, pada 24 Juni 4 orang, pada 25 Juni 17 orang, pada 26 Juni 0, dan pada 27 Juni 2 orang.

Pasien yang sedang menjalani perawatan tersebar hampir di semua kabupaten/kota di wilayah Sulteng. Adapun untuk total penambahan pasien terpapar Covid pada Juni sampai tanggal 27 sebanyak 187 orang.

Farida mengutarakan untuk Sulawesi Tengah, puncak pandemi pertama terjadi pada Mei 2020 dan puncak pandemi ke dua pada Januari 2021 dengan kumulatif pasien terapar 4.727. Dengan memperhatikan tren peningkatakan saat ini Farida mengigatkan masyarakat waspada pucak pandemi ke tiga.

“Patut diwapadai kemungkinan terjadinya puncak pandemi yang ke tiga karena saat ini di daerah lain di luar Pulau Sulawesi, khususnya daerah-daerah Pulau Jawa, sedang mengalami tren peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19,” pungkas Farida.

Diketahui, dari jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Sulteng termasuk petugas kesehatan (nakes). Hal ini dialami sejumlah nakes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madani Provinsi Sulteng. Rumah sakit milik Pemprov Sulteng itu sempat menghentikan sementara layanan rawat inap menyusul sejumlah tenaga kesehatan terpapar positif Covid-19.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas