RAKOR COVID - Gubernur H Rusdy Mastura memimpin rakor pembahasan ekskalasi Covid-19 di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin 5 Juli 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)
  • Pemkab di Sulteng Belum Buat Perda Soal Covid

Palu, Metrosulawesi.id – Operasi Yustisi yang dilakukan TNI dan Polri serta Satpol PP dalam rangka pencegahan virus Covid-19 belum maksimal. Penyebabnya karena sampai saat ini baru Pemkot Palu yang membuat peraturan daerah tentang penanganan Covid-19. 

Hal ini diungkapkan Irwasda Polda Sulteng, Kombes Al Afriandi mewakili kapolda Sulteng dalam rakor pembahasan ekskalasi Covid-19 di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin 5 Juli 2021. Rapat dipimpin langsung Gubernur H Rusdy Mastura dihadiri Wagub Sulteng H Ma’mun Amir, unsur Forkopimda Sulteng, pimpinan OPD, MUI, FKUB, serta Kemenag Sulteng.

Di dalam rapat tersebut pemerintah kabupaten dan kota ikut secara virtual. Mereka melaporkan perkembangan terkini kasus Covid-19 di daerah masing-masing, operasi yustisi, termasuk kegiatan vaksinasi.

Irwasda Polda Sulteng Al Afriandi mengatakan pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan  operasi yustisi yang dilakukan TNI/Polri serta Satpol PP. Namun operasi yustisi belum maksimal di seluruh daerah karena baru Pemkot Palu yang mendukung melalui peraturan daerah. 

Karena itu dia meminta pemerintah kabupaten segera mengeluarkan perda, sehingga aparat yang bertugas di lapangan didukung oleh peraturan pemerintah daerah.

Irwasda juga mengatakan kegiatan yustisi lainnya seperti pembentukan Kampung Tangguh di seluruh wilayah Sulteng. Sampai saat ini sudah terbentuk 528 Kampung Tangguh yang mendukung program pembatasan kegiatan masyarakat dan bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. 

Selain itu penyemprotan disinfektan secara massal maupun sporadis berdasarkan permintaan masyarakat dan lembaga. Menurutnya penyemprotan disinfektan sudah dilakukan sebanyak 12.765 kali.

Kemudian kegiatan vaksinasi dengan target 94.560 orang berhasil terlampaui sebanyak 137.087 orang. Vaksinasi dilakukan dengan membuka 22 gerai serta mobile di lokasi hunian tetap (Huntap) dan hunian sementara (Huntara).

Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura menegaskan perlunya kerja sama semua pihak dalam mencegah penyebaran Covid-19. Gubernur meminta gencarkan lagi sosialisasi karena masih banyak masyarakat yag tidak percaya dengan virus corona. 

“Kita semua harus bekerja keras, daerah yang menjadi zona merah harus turun menjadi zona hijau,” kata Gubernur. 

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, KH Zainal Abidin mengatakan, ketaatan dan kepatuhan masyarakat menjadi salah satu kunci meminimalisir penyebaran Covid-19. Dia mengajak masyarakat untuk patuh dan taat terhadap aturan prokes yang dikeluarkan pemerintah. 

Aturan pemerintah untuk kemaslahatan seluruh manusia.

“Patuh kepada prokes berarti menyelamatkan diri sendiri dan orang lain. Ini menjadi bagian dari ajaran seluruh agama,” kata Zainal.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas