SUASANA PENDAFTARAN - Salah satu panitia PPDB SMP Negeri 1 Palu, Hartadi, saat melayani masyarakat yang mendaftarkan anaknya di meja pendaftaran, belum lama ini. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Antusias masyarakat Kota Palu mendaftarkan anaknya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) dibuka di SMP Negeri 1 Palu, pada 1 Juli 2021 membludak.

Menurut Kepala SMPN 1 Palu, Hj. Farida Batjo, di hari pertama hingga kedua jumlah pendaftar sudah mencapai ratusan. Namun animo itu dapat diantisipasi oleh panitia, sebab PPDB di sekolah yang dipimpinnya menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Sebelum dimulainya PPDB kami telah melaksanakan simulasi, sebab kami ketahui kasus Covid-19 di Kota Palu masih mengkhawatirkan penyebarannya. Maka perlu dilakukan persiapan secara matang dengan menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan ketat,” kata Farida, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Farida mengatakan, masyarakat yang datang mendaftar ke sekolah secara tatap muka, wajib mengikuti prosedur protokol kesehatan yang telah diatur oleh panitia.

“Misalnya orang tua siswa baru tidak diizinkan masuk secara bersamaan, kemudian harus melewati beberapa tempat yang telah disiapkan. Dari awal masuk gerbang sekolah orang tua diperiksa suhu tubuhnya, kemudian dipastikan menggunakan masker, kendaraan roda dua maupun empat diparkir di luar sekolah tidak diizinkan masuk ke lingkungan sekolah,” jelasnya.

Kemudian, kata Farida, sebelum menuju ke tempat pendaftaran, mencuci tangan pakai sabun dan menggunakan handsanitizer. Setelah itu para pendaftar duduk di kursi yang telah disiapkan dengan menjaga jarak.

“Masing-masing di depan kelas kami telah siapkan kursi yang telah diatur jaraknya, para pendaftar perlu melihat jalur zonasinya. Jadi misalnya siswa yang berasal dari zonasi Tanamodindi, maka ke tempat pendaftaran zonasi tersebut, kami sengaja lakukan seperti itu, untuk menghindari adanya kerumunan dalam satu tempat,” ujarnya.

Farida mengatakan, hal itu juga untuk mempermudah panitia dalam pendataan. Pihak panitia tidak lagi mengecek siswa tersebut dari zonasi mana.

“Jadi bukan hanya prokes yang ketat, tetapi penerapan zonasi juga kami terapkan secara ketat, bagi yang di luar zonasi kami langsung tolak dan sarankan agar mendaftar ke sekolah sesuai zonasinya,” ungkapnya.

Farida mengaku, dalam pantauannya dua hari ini aturan prokes yang diterapkan di SMPN 1 Palu telah diikuti dengan baik oleh pendaftar. Sebab panitia dan Satgas Covid-19 yang telah dibetuk berjalan dengan baik.

“Kami berharap prokes ini dapat diikuti masyarakat secara betul-betul, sehingga dapat saling melindungi, sebab pencegahan dan keselamatan bersama itu sangat penting dilakukan, sehingga masa pandemi ini segera berlalu,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas