SIAP EKSPOR - Sejumlah pekerja mengangkut sejumlah karung berisi Gurita untuk dimasukkan ke dalam kontainer pendingin. (Foto: Metrosulawesi/ Purnomo Lamala)

Palu, Metrosulawesi.id – Nilai ekspor Sulawesi Tengah selama Mei 2021 senilai US$ 941,65 juta atau turun US$ 14,93 juta (1,56 persen) dibandingkan bulan sebelumnya.

“Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 936,02 juta dan provinsi lain senilai US$ 5,63 juta,” kata Dumangar Hutauruk selaku Kepala BPS Sulteng.

Selama Januari-Mei 2021, kata dia, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 4.080,89 juta atau meningkat US$ 1.139,16 juta (38,72 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 2.941,73 juta.

“Jika dirinci, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 4.045,37 juta dan provinsi lain senilai US$ 35,52 juta,” katanya.

Disebutkan, kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$ 842,25 juta atau 89,44 persen dari total nilai ekspor. Sedangkan, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 3,00 persen.

“Kolonodale mendominasi layanan ekspor senilai US$ 3.587,31 juta atau 87,91 persen dari total nilai ekspor, disusul Luwuk senilai US$ 455,47 juta atau 11,16 persen, dan Pantoloan senilai US$ 2,59 juta atau 0,06 persen,” sebutnya.

Sementara itu, Tiongkok masih merupakan negara tujuan utama ekspor senilai US$ 431,29 juta atau 45,80 persen dari total nilai ekspor. Selanjutnya, diikuti Taiwan senilai US$ 185,63 juta (19,71 persen), dan Italia senilai US$ 72,43 juta (7,69 persen).

“Kalau untuk nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah 7,00 persen. Pelabuhan Kolonodale juga masih berperan penting senilai US$ 856,56 juta atau 89,80 persen dari total nilai ekspor,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas