Nasruddin L Midu. (Foto: Humas Kemenag Palu)
  • KIIS Seri ke-38 Itjen Kemenag RI

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Palu, Nasruddin L Midu, menjadi salah satu Narasumber dalam program Kreatif Inspiratif Inovatif Solutif (KIIS) Seri ke-38 yang diselenggarakan oleh Itjen Kemenag RI secara virtual belum lama ini. KIIS kali ini mengusung tema “ASN, Integritas dan Penguatan Moderasi Beragama”.

Nasruddin mengatakan, moderasi merupakan salah satu hal prioritas yang termuat dalam visi maupun misi Kemenag. Memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama adalah tujuannya.

”Wajah Indonesia ke depan akan ditentukan sukses tidaknya implementasi moderasi beragama, yaitu corak yang mengambil jalan tengah (tidak radikal dan tidak liberal),” kata Nasruddin.

Menurutnya, ada empat indikator utama dalam moderasi beragama, pertama adalah komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan menghargai kearifan lokal (local wisdom). Sedangkan moderasi beragama sendiri adalah cara beragama di jalan tengah. Dengan moderasi beragama, seseorang tidak akan menjadi pribadi yang radikal dan tidak liberal saat menjalani agama.

“Orang yang mempraktikkan moderasi beragama disebut orang yang moderat. Layaknya dalam sebuah diskusi yang kerap terjadi terdapat moderator sebagai penengah,” ungkapnya.

Dalam konteks di Indonesia, Nasruddin mengatakan bahwa moderasi merupakan strategi dalam merawat Indonesia. Sebagai bangsa yang beragam dalam hal agama, etnis, dan budaya diwariskan sesuatu dalam bentuk kesepakatan, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini alasan pentingnya mengimplementasikan moderasi beragama bagi Bangsa Indonesia. Seharusnya kita menyadari bahwa perbedaan merupakan sunatullah, keanekaragaman adalah fitrah sebuah bangsa, Pancasila adalah cermin asli nilai-nilai di masyarakat. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama, sebagai ASN Kemenag kita harus mampu menginplementasikan agama yang ramah, toleran, dan menghargai keberagaman,” ujarnya.

Nasruddin mengungkapkan, lewat peran ASN hingga saat ini, Kemenag Kota Palu sendiri sudah melaksanakan berbagai kegiatan strategis untuk memperkuat dan menanamkan moderasi agama.

“Misalnya membentuk penyuluh agama (Pokjaluh) lintas agama, mengoptimalkan dialog lintas agama, mengadakan kegiatan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Penyuluh Agama, kaukus guru lintas agama, sinergi antara guru agama dan guru bidang studi di madrasah melalui KKG dan MGMP dalam perannya menanamkan dan memberikan penguatan moderasi serta memasukan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap mata pelajaran di madrasah dan sekolah keagamaan,” jelasnya.

Selain Nasruddin, KIIS kali ini juga menampilkan Rektor IAIN Kota Langsa, Basri, dan Analis Kepegawaian Kemenag RI, Yusi Damayanti sebagai Narasumber.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas