SOSIALISASI - Kakankemenag Palu, Nasruddin L Midu, saat foto bersama usai menyosialisasikan KMA 660 tentang pembatalan keberangkatan haji, di salah satu Masjid di Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)
  • Kemenag Palu Galakkan Sosialisasi KMA 660

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu saat terus menggalakkan sosialisasi KMA 660 di beberapa masjid dan majelis taklim (MT) di Kota Palu. Salah satunya di Masjid Jami Darussalam Kelurahan Tatura, belum lama ini.

Dalam sosialisasi itu Kakankemenag Kota Palu, H. Nasruddin L. Midu didampingi Pejabat Pengawas PHU, H.M Thalib dan KUA Palu Selatan, Tasdir Rasada.

Nasruddin mengatakan bahwa Keputusan Menteri Agama 660 ini tentunya melalui pertimbangan yang matang demi keselamatan umat. Kondisi pandemi yang tengah mengganas menjadi pertimbangan pemerintah membatalkan keberangkatan jemaah. Dirinya menambahkan pemerintah mengambil langkah pembatalan karena mempertimbangkan tiga hal, yakni kesehatan, keamanan, dan keselamatan jemaah haji.

“Keputusan ini demi kemaslahatan umat, bukan kerusakan atau membawa bahaya. Beberapa kaidah ushul fiqh yang terkait dengan hal ini, di antaranya adalah dar’ul mafaasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih (mencegah kerusakan harus lebih didahulukan daripada mencari kebaikan), addharuratu tunbihul mahdlurat (keadaan darurat bisa berlaku hal yang dilarang/menyulitkan), dan sebagainya yang intinya menjaga manusia dari mara bahaya dan kerusakan harus diutamakan dalam penerapan syariat Islam,” jelasnya.

Kata Nasruddin, pemerintah Arab Saudi sendiri melalui Kementerian Haji dan Umrah mengumumkan bahwa pendaftaran ibadah haji 2021 hanya dilakukan bagi penduduk Arab Saudi dan ekspatriat yang bermukim di Arab Saudi dengan kuota sebanyak 60.000 jemaah.

Sementara itu terkait pengelolaan dana haji dalam bentuk investasi, Nasruddin memastikan, bahwa dana haji disimpan di bank-bank syariah dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Jemaah haji bisa mengecek nilai manfaat dari setoran awal mereka pada portal online BPKH, Adapun investasinya dalam bentuk Syariah, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) maupun Sukuk,” ungkapnya.

Kata dia, hingga saat ini tercatat ada tiga jemaah haji Kota Palu yang menarik setoran pelunasannya, dua diantaranya juga mencabut nomor porsinya dikarenakan alasan usia.

“Langkah sosialisasi ini perlu dilakukan pada masjid dan majelis taklim, mengingat tak semua calon jamaah haji ataupun masyarakat umum dapat mengakses berita yang benar dan kredibel di tengah banyaknya informasi,” ujarnga.

Adapun masjid yang dikunjungi diamtaranya, Masjid Jami Darussalam, Masjid Al-amin, MT. Khadijah Al-qubrah Talise, MT. Permata Khairiul Ummah, MT. Nur hidayah.

Kemudian, MT. Al-Amin, MT. Nurul Alif, MT. Ummu Salamah Ujuna, MT. Nurul Huda Kampung Baru, MT. WIA PUSAT, MT. Iqro Siranindi, MT. Ummahat Mu’minin Lere, dan tiga majelis yang tergabung didalam MT. Sintuvu Palu Timur.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas