dr Husaema. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Husaema: Kota Palu Belum Layak Disebut Zona Merah

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus positif Covid-19 di Kota Palu tersebar di 35 kelurahan. Meski demikian, Kota Palu belum masuk zona merah, karena masih ada 11 kelurahan yang nol Covid.

Kadis Kesehatan Kota Palu, dr Husaema mengatakan, dalam satu minggu ini kasus Covid-19 di Kota Palu mengalami peningkatan.

“Dari data pertanggal 28 Juni 2021, ada sebanyak 124 pasien yang terkonfirmasi positif sedang dirawat di ruang isolasi beberapa Rumah Sakit (RS) di Kota Palu,” katanya saat dihubungi Metrosulawesi melalui ponsel, Selasa, 29 Juni 2021.

Husaema mengatakan, dari 46 kelurahan di Kota Palu, sebanyak 35 kelurahan sudah ada kasus Covid-19, namun jumlahnya bervariasi untuk setiap kelurahan. Dalam satu kelurahan ditemukan dua hingga satu kasus. Ada juga yang sampai belasan, seperti di Kelurahan Birobuli Utara mencapai 12 kasus.

“Tersisa masih ada 11 kelurahan yang nol kasus Covid-19. Kami berharap di belasan kelurahan itu tidak ditemukan kasus meningkat. Ini data per 28 Juni 2021 kemarin. Kita belum tahu seperti apa perkembangan kedepannya,” ungkapnya.

Husaema membantah bahwa saat ini Kota Palu masuk dalam kategori zona merah Covid-19. “Jika merujuk dari data tersebut, Kota Palu belum layak disebut masuk dalam zona merah,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi beredarnya peta sebaran Covid-19 di kabupaten/kota yang ada di Sulteng yang dikeluarkan Dinkes Provinsi Sulteng, di mana dari peta tersebut, Kota Palu yang sebelumnya dinyatakan zona oranye, kini masuk dalam zona merah.

Ia menyebutkan, ada beberapa kriteria jika suatu daerah tersebut disebut zona merah.

‘’Kita lihat masih ada 11 kelurahan yang nihil kasus, kalau zona merah itu seluruh kelurahan sudah ada atau 100 persen,” katanya.

Husaema mengakui memang beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Kota Palu terus meningkat, tetapi jumlah kasus tersebut dibarengi dengan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh.

Ia mengatakan meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Palu ini penyebarannya dari klaster klaster keluarga.

“Sebenarnya tidak ada masalah kalau terjadi peningkatan, yang pasti kita sudah menangkap orang berpotensi menyebarkan kasus, lebih berbahaya lagi, kalau tidak meningkat karena tidak ditemukan,” katanya.

Jika dilihat dari grafisnya katanya, ada 11 kelurahan di Kota Palu belum termasuk daerah rawan. Sehingga dia berharap status Kota Palu dari zona kuning bisa meningkat ke zona orange.

Ke-35 kelurahan yang warganya terkena kasus Covid itu, yakni: Kelurahan Layana Indah 1 kasus, Tondo 3 kasus, Talise Valangguni 1 kasus, Talise 7 kasus, Tanamodindi 7 kasus, Lasoani 3 kasus, Poboya 1 kasus, Besusu Barat 8 kasus, Besusu Tengah 1 kasus.

Kemudian, Besusu Timur 4 kasus, Lolu Selatan 4 kasus, Lolu Utara 4 kasus, Petobo 4 kasus, Birobuli Selatan 8 kasus, Birobuli Utara 12 kasus, Tatura Selatan 5 kasus, Tatura Utara 1 kasus, Balaroa 1 kasus, Baru 1 kasus, Kamonji 1 kasus, Lere 4 kasus, Siranindi 1 kasus, Ujuna 1 kasus. Mamboro 7 kasus , Mamboro Barat 2 kasus.

Selanjutnya, Nunu 1 kasus, Duyu 1 kasus, Tavanjuka 2 kasus, Palupi 6 kasus, Pengawu 2 kasus, Lambara 4 kasus, Baiya 1 kasus, Pantoloan 1 kasus, Donggala Kodi 1 kasus, Kabonena 3 kasus.

Sementara itu yang kelurahan yang nol kasus, yakni: Kawatuna, Kayu Malue Ngapa, Kayu Malue Pajeko, Taipa, Buluri, Silae, Tipo, Watusampu, Bayaoge, Panau, Pantoloan Boya.

Husaema mengatakan, Kota Palu saat ini belum masuk zona merah, sebab kasusnya masih bervaritif tidak merata, karena 11 kelurahan masuk zona hijau. Namun jika disebutkan per kelurahan memang ada kelurahan yang zona merah, kuning, dan orange.

“Tetapi kota Palu antisipasi menuju zona merah, karena banyak kelurahan yang terdeteksi kasus,” ujarnya.

Terkait usia anak-anak yang terpapar Covid-19, Husaema mengaku, belum mengetahui adanya anak-anak yang terpapar, yang diketahuinya saat ini semua orang dewasa yang terpapar.

“Saya berharap tidak ada lagi peningkatan kasus. Olehnya itu masyarakat saat ini harus patuh terhadap protokol kesehatan, utamanya penggunaan masker dan jaga jarak. Karena virus corona ini betul-betul ada. Kita patut waspadai,” katanya.

Salah satu upaya untuk mencegah virus Covid-19 ini juga adalah dengan melakukan vaksinasi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palu berharap masyarakat dapat sadar untuk melakukan vaksin.

“Di samping protokol kesehatan dijalankan dan ikuti aturan pemerintah, juga diharap masyarakat sadar ikut vaksin sehingga penyebaran kasus bisa lebih diperkecil,” katanya.

Data Dinas Kesehatan Kota Palu untuk tahap satu dan dua, vaksinasi di Kota Palu telah mencapai 88 persen.

“Tapi nanti untuk tahap ketiga untuk seluruh masyarakat, kita evaluasi lagi,” ujar Husaema. (del/ant)

Ayo tulis komentar cerdas