drg Herry Mulyadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Semua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu wajib melakukan rapid antigen. Sebab gejala Covid-19 ini digelar seribu wajah, karena hampir semua penyakit diserangnya, mulai dari diare, flu, kemudian tak merasa dan penciuman tidak berfungsi dan lainya.

Demikian dikatakan Plt Direktur RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, di ruang kerjanya, belum lama ini.

“Jadi banyak sekali gejalanya, sehingga semua pasien sekarang yang masuk itu harus di rapid antigen. Bahkan mahasiswa yang praktik di RSU Anutapura juga di rapid, ” kata Herry.

Hal itu, kata Herry, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, karena ada beberapa pegawai RS Anutapura terpapar disebabkan dari salah satu pasien yang cuci darah.

“Perlu diketahui pasien yang terpapar Covid di Anutapura sudah mencapai 30 lebih, beberapa ruangan yang sebelumnya sudah tidak digunakan sebagai ruang isolasi, kini digunakan lagi, karena di bulan kemarin kasus sudah mulai menuru,” ujarnya.

Herry juga mengatakan, sebagai antisipasi lonjakan kasus, Pemerintah Kota Palu telah kembali meminjam fasilitas Asrama Haji, Rusunawa, dan LPMP.

“Sekarang ini kami bersinergi semua dari kelurahan, Puskesmas, untuk bersama-sama bergandengan tangan upaya jangan sampai meledak kasus Covid-19 di Kota Palu,” ungkapnya.

Selain itu, kata Herry, jika ada kegiatan di luar yang tidak terlalu penting, seperti rapat, kumpul-kumpul, sebaik ditunda dulu, di rumah saja menahan diri. Termasuk di Masjid, Gereja, kapasitasnya hanya 50 persen sesuai aturan.

“Protokol kesehatan perlu diatur,” tegasnya.

“Covid-19 ini bukan main-main, betul-betul ada. Coba lihat banyak yang meninggal. Kalau di Indonesia hampir 57 ribu meninggal, dengan kasus 2 juta lebih. Olehnya itu semua harus terpanggil agar Covid ini bisa teratasi, karena barang ini kita tidak lihat,” pungkasnya.

drg. Herry Mulyadi mengatakan saat ini pihaknya juga menyiapkan 70 nakes tambahan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Palu.

Kata dia, Pemerintah Kota Palu menyiapkan 200-an tempat tidur untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan pasien Covid-19. Hal itu dilakukan menyusul tren peningkatan dalam satu bulan terakhir ini.

“Persiapan jika meledak, harus ada persiapan termasuk logistik. APD dipersiapkan, SDM dipersiapkan,” kata drg. Herry seusai menjadi pembicara pada sebuah dialog secara daring di Palu, Jumat 25 Juni 2021, siang.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas