Dirpoairud Polda Sulteng,Kombes Pol. Indra Rathana, SIK didampingi Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto SIK, saat pres rilis di Mako DitPolairud Polda Sulteng. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Dari Buton ke Morut, Pelaku Diamankan Satu Nahkoda Tiga ABK

Palu, Metrosulawesi.id – Merasa curiga dengan sebuah kapal, Tim Patroli Laut, Direktorat Kepolisian Air dan Udara (DitPolairud) Polda Sulteng, Kamis 17 Juni 2021, sekitar Pukul 02.00 WITA, menggagalkan pengiriman Minyak Tanah bersubsidi sebanyak 11 Ton.

Dirpoairud Polda Sulteng,Kombes Pol. Indra Rathana, SIK, saat memberikan keterangan pers, di Mako DitPolairud Polda Sulteng, Senin 28 Juni 2021, menjelaskan penangkapan itu dilakukan oleh Tim Patroli Laut, di wilayah perairan Desa Tambayoli, Kecamatan Soyojaya, Kabupaten Morowali Utara.

“Dalam penangkapan itu, petugas menyita Minyak Tanah bersubsidi, dari sebuah kapal yang tidak bernama.Ada 11 Ton Minyak Tanah, yang diangkut dengan kapal dan dikemas mengunakan jerigen, dari Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, dengan tujuan Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

“Dalam penangkapan itu ada sejumlah orang yang kami amankan yakni, FD(24) yang merupakan Nahkoda Kapal, yang merupakan warga Kecamatan Bungku Utara, dan tiga orang Anak Buah Kapal (ABK),” tambahnya.

Indra juga menjelaskan, kepada penyidik para pelaku mengakui Mintak Tanah itu di beli dari eilayah Sulawesi Tenggara, dan akan di jual kembali ke wilayah Sulawesi Tengah, terutama di wilayah Morowali Utara.

“Saat ini para pelaku sudah diamankan di Mako Polairud Polda Sulteng, dan masih dilakukan pengembangan terkait kasus tersebut,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas