Asriadi Bachry Malewa. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sidang gugatan perdata antara nasabah Yuliati M Yasin melawan PT. Bank Sulteng atau Bank Pembangunan Daerah (BPD), di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, telah berkahir. Di perkara ini, PT. Bank Sulteng, selaku tergugat III. Tergugat I dan II adalah pribadi mantan kepala Kantor Kas PT. Bank Sulteng (BPD) Bahomotefe, Morowali, Collis R Alui, dan Kantor Kas PT. Bank Sulteng (BPD) Bahomotefe.

Berdasarkan data Website Sistem Informasi Penulusuran Perkara (SIPP) PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, gugatan perdata dengan klasifikasi Perbuatan Melawan Hukum (PMH) teregister dengan nomor perkara 108/Pdt.G/2020/PN Pal. Ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara itu, Muhammad Djamir SH MH. Perkara itu selesai disidangkan tanggal 25 Mei 2021, dengan putusan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian.

Data Metrosulawesi, permasalahan dalam gugatan perdata ini menyangkut raibnya uang deposit penggugat Yuliati M Yasin saat menjadi nasabah prioritas program umroh gratis di Kantor Kas PT. Bank Sulteng (BPD) Bahomotefe, senilai kurang lebih Rp 1,43 miliar. Ditemui belum lama ini, kuasa hukum penggugat, Asriadi Bachry Malewa , SH, membenarkan penggugat Yuliati M Yasin memenangkan perkara itu saat pemeriksaan di PN Palu. Saat ini proses hukum perkara itu berlanjut ke tingkat banding.

“Atas putusan pengadilan yang mengabulkan sebagian gugatan klien kami, tergugat kembali mengujakan upaya hukum banding,” ujarnya kepada Metrosulawesi ditemui belum lama ini.

Lanjut dia menerangkan, dalam putusan majelis hakim, gugatan penggugat dikabulkan sebagian, yang pada pokoknya tergugat dihukum untuk membayar sisa uang penggugat yang belum dikembalikan beserta bunganya secara tanggung renteng kurang lebih Rp 900 juta. Sedangkan in materilnya Rp 20 miliar tidak dikabul. Saat ini kata Adi sapaan akrabnya, penggugat akan kembali mengajukan kontra memory banding berhubung tergugat menyatakan banding.

“Kami optimis kalau proses di tingkat banding selanjutnya, putusan PN Palu akan dikuatkan. Karena apa yang dialami klien kami, sangat jelas menujukkan fakta kalau pihak bank telah melanggar prinsip kehati hatian,” tegasnya.

Dia menguraikan, masalah yang dialami kliennya berawal saat membuka rekening deposito di kantor Kas Cabang Bank Sulteng Bahomotepe, saat masih kepala cabang tergugat I, yakni Collis R Alui. Modusnya, tergugat I mencari dua nasabah prioritas kemudian ditawarkan program umroh gratis dengan syarat menenuhi deposito senilai Rp 1 miliar lebih.

“Penggugat, menjadi salah satu nasabah dan membuka deposit untuk program yang ditawarkan, kemudian melakukan deposit secara berangsur angsur, yang keseluruhan total deposit Rp1,43 miliar,” urainya.

Namun dalam perjalanannya program itu tak kunjung direalisasikan, penggugat selanjutnya, mempertanyakan kapan pihak bank akan melaksanakan umroh gratis. Namun pihak bank memberikan jawaban klarifikasi yang tidak pasti.

“Selanjutnya klien kami mengecek rekening depositnya, ternyata uang di dalam rekening sudah tidak ada alias kosong hanya Rp 0,” katanya.

Hal tersebut tidak diterima penggugat. Tidak puas dengan klarifikasi yang diterima di daerah, penggugat kemudian membawa masalahnya sampai ke PT Bank Sulteng Pusat di Palu. Kemudian dimediasi pimpinan BPD Sulteng pusat. Dalam mediasi itu pimpinan pusat mau bertanggung jawab, sehingga membuat perjanjian tertulis dengan penggugat yang isinya mau mengembalikan dana penggugat dengan dua tahap pembayaran.

“Namun hingga batas waktu perjajian berakhir satu rupiah pun tidak direalisasikan. Dasar itulah kemudian klien kami mengajukan gugatan di PN Palu, dan alhamdulillah dikabulkan sebagian,” sebutnya lagi.

“Sebelum perdata kami lebih dulu melaporkan tergugat I terkait pidananya. Terkait perkara pidana itu, tergugat I dinyatakan bersalah dan dihukum 5 tahun penjara. Atas persoalan itu kami juga sebelumnya telah meminta petunjuk ke BI dan Ombudsman, makanya gugatan kami dikabulkan. Terhadap kasus ini, semoga pelajaran bagi pihak bank dan masyarakat jika akan menjadi nasabah dan membuka rek deposit,” tutupnya.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas