BUKA PELATIHAN - Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Kepala Bidang Pengembangan dan Kelembagaan Kepariwisataan, Hj. Ulfa Nilawaty (kiri), saat pembukaan pelatihan dasar wisata Arung Jeram, di Ampana, Kamis 24-26 Juni 2021. (Foto: Dispar)
  • Dispar Sulteng Latih Pemandu Wisata Arung Jeram

Ampana, Metrosulawesi.id – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, menggelar Pelatihan Dasar Pemandu Wisata Arung Jeram, di salah satu Hotel di Ampana, Kamis 24-26 Juni 2021.

Mewakili Kepala Dinas Pariwsata Sulteng, Kepala Bidang Pengembangan dan Kelembagaan Kepariwisataan, Hj. Ulfa Nilawaty, mengungkapkan pariwisata merupakan sektor ekonomi yang memiliki prospek pengembangan yang sangat potensial dan memiliki multiplier efek yang sangat besar.

“Potensi keragaman dan alam merupakan bentuk nyata kongkrit dari kekayaan bumi Indonesia khususnya Kabupaten Tojo Una Una yang perlu menjadi perhatian bersama. Kekayaan serta potensi tersebut tidak sekedar potret masa kini atau masa lalu saja, namun perlu menjadi performance yang membanggakan dimasa depan melalui upaya pelestarian dan pengembangannya,” katanya.

Ulfa mengatakan, pembangunan kepariwisataan akan mampu mewujudkan semua yang masih bersifat potensi, menjadi sesuatu yang nyata. Seperti potensi sungai yang ada di kabupaten Tojo Una Una, dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata arung jeram yang memerlukan pemandu wisata yang profesional dan berkompeten.

“Wisata arung jeram merupakan salah satu kegiatan olahraga yang bernilai rekreasi dan menjadi pilihan wisata yang menarik wisatawan untuk mengikutinya. Selain itu dapat diperlombakan sebagai salah satu cabang olahraga,” ungkapnya.

Kata Ulfa, arung jeram juga sebagai salah satu wisata petualangan yang menantang sekaligus atraktif, dan memberikan pengalaman atau sensasi yang cukup dalam bagi yang mengikutinya.

“Saat ini wisata arung jeram menjadi industri yang mampu mendorong peningkatan devisa dan pendapatan daerah, serta membuka lapangan kerja yang tidak sedikit ditingkat lokal,” katanya.

Olehnya itu kata Ulfa, dengan potensi sungai yang ada di kabupaten Tojo Una Una, serta di dukung oleh berbagai keunikan keindahan alamnya. Maka tidak menutup kemungkinan bahwa potensi tersebut bisa direncanakan untuk dikembangkan menjadi tempat wisata arung jeram atau wisata safari rafting.

Selain itu kata dia, faktor alam dan segala perlengkapannya yang digunakan, merupakan salah satu yang sangat menentukan dalam pengelolaan wisata arung jeram yakni faktor Sumber Daya Manusia (SDM).

“Maka standar kualitas SDM harus memenuhi syarat kualifikasi menjadi faktor yang sangat penting agar wisata arung jeram berjalan dengan aman dan nyaman. Olehnya itu kami dari Dispar Sulteng memprogramkam kegiatan pelatihan dasar pemandu wisata arung jeram, betujuan meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM bidang pemanduan arung jeram dan lebih diarahkan kepada peningkatan standar mutu industri yang terkait,” jelasnya.

Ulfa mengatakan, kualitas profesi dalam memenuhi kebutuhan konsumen adalah wisatawan. Olehnya itu pihaknya berharap Anggota DPRD Provinsi Sulteng dapat membantu dari sisi anggaran, sebab pelatihan ini ada tahapan berikutnya adalah sertifikasi kompetensi pemandu wisata arung jeram.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berakhir disini saja, namun ada kelanjutannya. Kemudian juga perlu pula kami sampaikan bahwa peserta yang dilatih saat ini memungkinkan untuk dibantu saranya yaitu perahu karet beserta kelengkapannya,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas