RUANGAN COVID - Plt Direktur RSU Antapura Palu, drg Herry Mulyadi, saat menunjukan ruangan isolasi cadangan yang kembali digunakan, Jumat, 25 Juni 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam seminggu terakhir, kasus Covid-19 di Kota Palu mulai mengalami kenaikan. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan yang lebih signifikan.

Demikian dikatakan Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, di ruang kerjanya, Jumat, 25 Juni 2021.

“Perlu diketahui saat ini ruangan cadangan yang sebelumnya kami sudah jadikan ruang tempat pasien umum kemarin sore kembali disterilkan untuk menjadi ruang isolasi Covid, sebab jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSU Anutapura mengalami peningkatan mencapai 28 hingga 30 orang,” kata Herry.

Kata Herry, ruangan yang disiapkannya pada awal kasus Covid-19 menurun sebanyak 24 tempat tidur, saat ini sudah full ditempati pasien. Namun belum lama ini ada enam lagi ketambahan, sehingga ruang cadangan yang bernama Kakatua dimanfaatkan kembali. Jumlah daya tampung disediakan di RSU Anutapura sebanyak 64 tempat tidur, sekarang ini yang telah terisi sebanyak 30 tempat tidur.

Artinya kata Herry, tersisa 34 tempat tidur. Olehnya itu dia berharap tidak ada lagi lonjakan pasien sehingga tidak mencapai full.

“Masyarakat perlu ketahui Covid-19 di Kota Palu mulai melonjak lagi, sehingga protokol kesehatan (prokes) harus kembali kita perkuat. Sebab beberapa bulan ini ada kelonggaran, dimana setiap ada pesta-pesta dan acara lainnya kita kurang patuh menerapkan prokes,” ujarnya.

Menurut Herry, setiap ada acara masyarakat yang patuh itu hanya sekitar 20-30 persen saja, yang lain tidak.

“Saya kembali pertegas bahwa ruang tempat tidur pasien terkonfirmasi positif di Kota Palu ini sangat terbatas, hanya 200 lebih. Sementara jumlah penduduk sangat banyak, sehingga kita perlu antisipasi,” ungkapnya.

Kata Herry, Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu kemarin melaksanakan rapat bersama Tim Satgas Covid-19, dalam hasil rapat tersebut sudah mulai disiapkan kembali Asrama Haji, LPMP, serta seluruh Rumah Sakit swasta untuk menyiapkan ruang-ruang tempat isolasi sebagai antisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Palu.

“Selain itu kami juga ingin menyampaikan bahwa isolasi mandiri dibolehkan, sebab tidak mungkin kita mampu mengatasi semua lewat perawatan ruang isolasi di rumah sakit. Olehnya itu isolasi mandiri boleh diterapkan, dengan catatan harus melapor ke Puskesmas dan Kelurahan,” ujarnya.

Herry mengungkapkan, bagi masyarakat mengalami penyakit berat atau memiliki gejala dirawat di rumah sakit, tetapi yang hanya mengalami gejala ringan artinya tidak ada keluhan secara signifikan, bisa isolasi mandiri yang betul-betul memenuhi syarat, misalnya ada dua kamar dalam satu rumah.

“Pak Wali Kota juga sudah sampaikan bagi masyarakat yang isolasi mandiri itu akan dipantau oleh tim dari Dinas Kesehatan khususnya Puskesmas yang terdekat dari lingkungan rumah,” jelasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas