Kegiatan Rakor dan Sinergitas Program Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sulteng yang digelar Dinas Perindag Sulteng, di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (24/6). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pembangunan Industri Provinsi (RPIP), Kamis,24 Juni 2021.
Kegiatan itu dalam rangka menghasilkan rumusan dan rekomendasi dalam rangka pelaporan hasil pelaksanaan RPIP Sulteng tahap I tahun 2018-2023.

Kepala Dinas Perindag Sulteng, Richard Arnaldo mengatakan, pelaporan pelaksanaan RPIP diatur dalam peraturan dimana menegaskan bahwa gubernur melaporkan kegiatan industri provinsi dan kabupaten kepada Menteri Perindustrian sebanyak dua kali dalam setahun.

“Rakor ini sangat penting dilaksanakan karena diharapkan terjadi sinergi antara sektor industri dan sektor terkait melalui program kerjasama industri dan kerjasama lintas sektor. Kita tahu bersama, industri akan sulit berkembang tanpa peran serta sektor hulu dan sektor lainnya,” kata Richard.

Dia mengatakan, pemerintah memiliki pedoman dalam melaksanakan program industri, yakni Perda No 6 tahun 2018 tentang RPIP tahun 2018-2038. Dalam perda itu menyebutkan target sasaran pembangunan industri yang harus dicapai dalam kurun waktu 20 tahun.

Target dan sasaran itu adalah pertumbuhan industri, kontribusi sektor industri pada PDRB, nilai ekspor sektor industri, jumlah tenaga kerja sektor industri, dan nilai investasi sektor industri baik PMA maupun PMDN. Target ini dapat dicapai dengan dukungan program pembangunan industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pembangunan sumber daya industri, dan program pembangunan pemberdayaan industri. 

“Sasaran pembangunan industri di Sulteng yaitu penyerapan jumlah tenaga kerja di sektor industri dan realisasi investasi sektor industri. Karena itu sangat dibutuhkan koordinasi dan sinergitas dengan teknis terkait yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Dinas Sosial Provinsi Sulteng,” kata Richard.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas