Hasyim. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulteng mengharapkan terbentuknya perkumpulan atau organisasi masyarakat antihoaks yang secara aktif terlibat memerangi informasi palsu atau hoaks.

“Kami mendorong lahirnya masyarakat antihoaks karena jumlah kami di Diskominfo terbatas,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Diskomifo Provinsi Sulteng, Hasim, di Palu, Kamis, 24 Juni 2021.

Hasim mengatakan Diskominfo akan memberikan perhatian ke organisasi-organisasi masyarakat yang fokus memerangi hoaks. Bentuk perhatian dimaksud akan menjalin kerjasama dengan kesepatan-kesepatan tertentu.

Menurutnya, fokus perang melawan hoaks saat ini di berbagai platform media sosial atau medsos. Sebab medsos menjadi wadah yang paling banyak dimanfaatkan oknum tertentu menyebarluaskan hoaks.

Dampak hoaks tersebut bisa menimbulkan keresahan dan kekeliruan di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal tersebutlah perkumpulan masyarakat anti hoaks harus hadir melawan informasi bohong.

“Fokusnya mengklarifikasi berita-berita hoaks caranya dengan cek fakta,” tandas Hasim.

Sebelumnya, Hasim telah membeberkan tips menangkal berita palsu atau hoaks yang perlu dilakukan dalam pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

“Misinformasi atau berita palsu seringkali memiliki judul bombastis dengan huruf kapital dengan tanda seru. Jika judulnya kelihatannya mengejutkan dan tidak dapat dipercaya, maka kemungkinan besar itu berita palsu alias hoaks,” ungkap Hasim.

Tips lain kata dia harus memperhatikan baik-baik website (URL) dan isi halaman berita yang menyajikan informasi. Harus dipastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang terpercaya dan memiliki reputasi keakuratan yang baik.

Jika berita tersebut berasal dari sumber yang tidak dikenal, baca bagian ‘Tentang’ di situs mereka untuk mempelajari selengkapnya. Misinformasi atau berita palsu bisa juga berisi gambar atau video yang dimanipulasi.

“Atau terkadang foto tersebut memang asli, tetapi konteksnya berbeda. Jangan mudah percaya terhadap konten dengan penggunaan foto atau video yang seperti ini,” ucap Hasim.

Tips berikutnya dengan mengecek sumber informasinya seperti penulis untuk keakuratan berita. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya, dapat mengindikasikan informasi tersebut hoaks
Kemudian masyarakat harus melihat berita atau informasi lainnya. Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan informasi yang sama, ini juga bisa menjadi indikasi informasi tersebut palsu.

“Jika konten tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang kamu percayai, maka kemungkinan informasi itu benar,” ujar Hasim.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas