RAKOR - Pj Sekdaprov Sulteng Mulyono (tengah) didampingi pihak terkait saat Rapat Koordinasi KPA se-Sulawesi Tengah secara virtual, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng melalui Pj Sekdaprov Mulyono, mengatakan dalam rangka pengendalian HIV-AIDS diperlukan keterlibatan multisektoral mulai pemerintah, organisasi profesi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli AIDS, dan dunia usaha.

“Termasuk masyarakat yang dikoordinir oleh KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ucap Mulyono saat Rapat Koordinasi KPA se-Sulawesi Tengah secara virtual, baru-baru ini.

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Sulteng, penemuan kasus HIV secara kumulatif sejak 2002 sampai Desember 2020 berjumlah 2. 178 kasus HIV, atau yang terungkap baru mencapai 57 persen dari estimasi kasus HIV di Provinsi Sulawesi Tengah sejumlah kurang lebih 4. 702 kasus.

“Saya harapkan Dinkes Provinsi Sulteng menindaklanjuti dengan merencanakan kegiatan sesuai petunjuk SPM dalam rangka pencapaian target. Sekretaris KPA Provinsi dan Kabupaten/Kota harus aktif melakukan koordinasi dengan OPD terkait, dan OPD terkait mengintegrasikan kegiatanya dalam penanggulangan AIDS sesuai tupoksi masing-masing,” ujar Mulyono.

Melalui Koordinasi dan kerja sama yang baik dengan memperkuat kolaborasi, meningkatkan solidaritas, akan bisa menekan laju perkembangan epidemi HIV-AIDS menuju 3 zeroes yaitu zero new hiv infection, zero stigma and discrimination, zero aids related death.

Mulyono menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi jajaran KPA provinsi dan kabupaten/kota, Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulteng dan bekerja secara tim dengan semboyan “One Time One Spirit” yang tetap konsisten dalam menanggulangi epidemi HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Sekretaris KPA Sulteng, Muslimah L Gadi, menyebut tujuan rakor untuk mengetahui kebijakan pemerintah dalam penanggulangan HIV-AIDS selama Covid-19. Kemudian anggota KPA mengetahui perkembangan HIV-AIDS di Sulawesi Tengah dna mengetahui peranya dalam upaya meningkatkan pengendalian HIV-AIDS di daerah berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada masa pandemi Covid-19.

“Tentu juga agar adanya sinergitas perencanaan pengendalian HIV-AIDS di provinsi dan kabupaten/kota,” tuturnya.

Rakor mengusung tema akselerasi percepatan penanggulangan AIDS di masa pandemi Covid-19 melalui kolaborasi dan peningkatan solidaritas menuju masyarakat yang sehat dan mandiri agar dapat berdaya saing dengan provinsi lainya di Indonesia.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas