Samsurizal Tombolotutu. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu berang setelah mengetahui adanya penebangan pohon mangrove di Kecamatan Tinombo.

Bupati langsung memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parimo untuk segera melakukan upaya-upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan penebangan mangrove.

“Saya selaku Bupati Parimo, mengimbau kepada masyarakat Parigi Moutong khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Tinombo, untuk tidak merusak dan menebang mangrove. Karena itu sama halnya merusak alam,” imbuh Samsurizal baru baru ini di Tinombo.

Samsurizal mengatakan, mengapa masih ada yang berani menebang pohon manggrove, padahal itu merupakan tanaman yang harus dilestarikan demi kehidupan keragaman biota laut.

Dengan kejadian tersebut, dirinya meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tegas melakukan penindakan kepada siapa saja yang merusak alam termasuk merusak tanaman manggrove.

Sayutin Budianto. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

“Sesuai pasal 33 ayat 3 Undang Undang Dasar 1945 menyatakan, Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Olehnya mari kita jaga alam dan lestarikan,” jelas Samsurizal.

Samsurizal menambahkan, barang siapa yang melakukan pengrusakan pada mangrove akan dikenai pidana penjara paling singkat 3 tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong, Sayutin Budianto mendukung langkah – langkah Bupati Parimo yang menegaskan agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan tindakan tegas.

“Tidak ada pandang bulu, baik itu pejabat, warga maupun pengusaha, jika melakukan pengrusakan mangrove segera ditindak tegas dan dihukum sesuai apa yang dilakukan,” tegas Sayutin Budianto kepada Metrosulawesi di ruang kerjanya, Rabu 23 Juni 2021. Lanjut dia, dalam bentuk apapun jika melakukan pengrusakan pada mangrove segera ditindak tegas. 

“Kalau kita melakukan investasi di kawasan mangrove, tentu punya prosedur, memiliki izin. Justru kita jika membangun kawasan wisata mangrove itu luar bisa. Tetapi jangan sampai merusak habitatnya. Karena setahu saya, kalau kita berinvestasi di mangrove itu, kita mengikuti alur mangrove. Bukan malah kita merambah dan menghancurkan serta melakukan apa-apa pada mangrove tersebut,” tutur Sayutin.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas