Abu Bakar Aljufri - Moh Taufik. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Pimpinan DPRD beserta anggota kian gerah dengan kebijakan Bupati Donggala, Kasman Lassa. Keresahan itu karena beberapa keluarga anggota DPRD yang ASN terancam dimutasi.

Mutasi ini dilakukan di saat DPRD Donggala menggunakan hak interpelasi terhadap Bupati Kasman Lassa dalam persoalan TTG (teknologi tepat guna).

Ketua DPRD Donggala, Takwin menilai polemik proyek TTG telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Selain itu, internal DPRD yakni pegawai hingga keluarga anggota DPRD menjadi korban.

“Kenapa ada anggota DPRD mengusulkan haknya berimbas pada istri, saudara anggota DPRD dimutasi, hingga penekanan staf DPRD, ini kan tidak profesional,” tegas Takwin, Selasa 22 Juni 2021.

Mantan ketua Pansus TTG DPRD Donggala, Moh Taufik yang juga istrinya akan menjadi korban mutasi mengatakan telah terjadi persaingan tidak sehat dan sudah mulai muncul fitnah.

“Anggota kami di pansus Ibu Nurjanah menangis, karena orang tuanya dimutasi. Kalau anggota DPRD yang bertengkar, orang tua Nurjanah jangan dibawa-bawa. Ini berbahaya, isu pelecehan yang tidak pantas diperlihatkan di negara demokrasi,”sebut Upik sapaan akrabnya.

Dikatakannya lagi menempatkan kesalahan harus pada tempatnya. Sebab, interpelasi itu adalah hak konstitusional forum resmi memberikan penjelasan.

“Kalau merasa diri benar bicarakan, kalau tidak merasa benar jangan uring-uringan, setiap ada masalah jurus mutasi yang digunakan untuk menakuti, saya berharap jangan gunakan jurus pamungkas, ingat bicara aset kami tidak pernah dilibatkan,” tekan politis Nasdem ini.

Tak mau kalah dengan anggota lainnya, Abu Bakar Aljufri menilai kepemimpinan Kasman Lassa lebih kejam dari firaun karena sudah mengambil kebijakan di luar nalar.

“Saya tujuh tahun mati suri, hari ini saya bangkit dan bangun kembali untuk melawan kezaliman kepemerintahan yang sudah di atasnya Firaun, kasihan Donggala, bahkan anak saya dokter yang bertugas di RS Kabelota mau dikasi pindah juga,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas