Anjas Lamatata. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id Salah seorang kandidat Calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2021-2025, Anjas Lamatata, menilai mekanisme serta penentuan calon Ketum KONI Sulteng merugikan dirinya.

Dia menilai, saat sidang rapat pleno yang digelar oleh organisasi penentu calon kandidat yakni Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Sulteng, Minggu (20/6/2021), dengan sengaja menjatuhkan dirinya dalam pertarungan orang nomor satu di KONI Sulteng nantinya.

Anggapan itu dia sandingkan dengan pernyataan Ketua Umum KONI Sulteng saat ini, Anwar Ponulele, yaitu meloloskan ketiga kandidat dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) tanggal 25-27 Juni mendatang.

“Kami merasa dirugikan atau sengaja digugurkan. Jadi alhamdulillah dari keyakinan kami bahwa saya bisa (penuhi persyaratan kandidat) dan sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Ketua KONI saat ini,” lugas Anjas kepada Metrosulawesi.id, Kamis, 24 Juni 2021.

Dia mengatakan, ketetapan-ketetapan Anwar Ponulele itu justru dilanggar oleh TPP saat sidang pleno.

“Selama ini kami telah berjuang mematuhi hingga meraih seluruh persyaratan yang ditetapkan TPP,” ujarnya.

Perihal kericuhan yang terjadi saat rapat pleno itu, dia bersama timnya menampik bahkan menghindari perilaku yang memicu kericuhan sejak awal.

“Kami sebenarnya tidak ada masalah, karena memang kami sesuai dengan prosedur, demokrasi dan aturan yang ditetapkan,” imbuh Anjas.

Anjas menjelaskan telah menyetor dua surat dukungan cabang olahraga (cabor) untuk dirinya kepada Ketua TPP bernama Edison. Penyetoran itu juga disertai dengan berita acara yang telah ditandatangani Ketua TPP pada hari Jumat, 16 Juni 2021 lalu.

“Itu sebagai bukti bahwa kami telah penuhi seluruh persyaratannya. Tapi saat rapat pleno malah kami ditolak. Faktanya perwakilan Ketua dan Sekretaris TPP sebagai pimpinan sidang mereka belum menerima. Ada hal apa ini?” bebernya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, dirinya tak diberi kesempatan mengklarifikasi penolakan tersebut oleh panitia TPP pada saat itu. Sehingga menurutnya itu merupakan tindakan yang melanggar etika dalam suatu organisasi.

Namun Anjas sangat bersyukur akhir dari kejanggalan sidang rapat pleno TPP KONI Sulteng menetapkan dirinya masuk dalam pemilihan suara Ketum KONI Sulteng masa bakti 2021-2025. (*)

Reporter: Muhammad Faiz Syafar

Ayo tulis komentar cerdas