Agus Sudaryono. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Provinsi Sulteng, Agus Sudaryanto A.Pi MM, mengungkapkan Sulawesi Tengah ikut menyetop ekspor benih lobster atau benur.

Hal ini menindaklanjuti terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah NKRI. Pengumuman terbitnya Permen KP Nomor 17 tersebut disampaikan oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, pada Kamis, 17 Juni 2021.

“Seluruh Indonesia sudah dilarang (ekspor benur) sejak menteri baru (Menteri KKP),” ungkap Agus kepada Metrosulawesi, Senin, 21 Juni 2021.
Dia mengatakan pelaksanaan budidaya lobster dan udang kini harus mengacu Permen KP Nomor 17 Tahun 2021. Benur dikatakan harus dibudidayakan untuk dibesarkan barulah bisa dipasarkan.

“Jadi sekarang kalau masyarakat Sulteng berusaha untuk menangkap benih lobster tidak apa-apa tapi harus ada izin, izin kuota namanya. Tapi dengan cacatan untuk budidaya pembesaran, nanti kalau sudah besar baru boleh diekspor,” ujar Agus.

Agus menuturkan Sulteng sempat melakukan ekspor benur saat era Menteri KKP Edy yang membolehkan ekspor ke beberapa negara seperti Vietnam dan Singapura. Hanya saja ekspor tersebut tidak tercatat di DKP karena dilakukan langsung oleh nelayan kepada eksportir.

“Kita belum punya data (ekspor benur) berapa banyak dari Sulawesi Tengah, tapi saya yakin ada, cuma tidak terdeteksi,” ucapnya.

Menurut Agus, penjualan benih lobster akan menguntungkan eksportir berkali-kali lipat.

“Tentu akan mengurangi nilai tambah, artinya benurnya dibeli murah tapi mereka di sana membudidayakan membesarkan dijualnya mahal,” tutur Agus.

Olehnya dengan terbitnya Permen KP Nomor 17, diharap menjadi langkah menerbitkan dan mengontrol budidaya lobster hingga kegiatan ekspor. Adapun negara tujuan ekspor budidaya lobster dari Sulteng diantaranya ke Hongkong, China dan Jepang. Kabupaten pamasok antara lain yaitu Banggai Laut, Tojo Unauna, dan Morowali.

“Ini akan memicu pelaku usaha untuk membesarkan benih lobster. Tentu juga terbitnya Permen KP Nomor 17 untuk kelestarian lobster akan terjamin,” tandas Agus.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas