Datu Pamusu Tombolotutu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng akan melaksanakan simulasi bencana dalam tahun ini. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Datu Pamusu Tombolotutu, mengungkapkan simulasi bencana prioritas dilaksanakan di wilayah Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong (Padagimo).

“Tapi kita harap bisa di semua kabupaten/kota, nanti kerjasama pemerintah provinsi dengan kabupaten,” ungkapnya, Jumat, 18 Juni 2021.

Direncanakan pelaksanaan kegiatan simulasi menunggu anggaran perubahan dalam tahun ini.

Menurut Datu Pamusu, simulasi lebih efektif dalam memberikan edukasi dan mitigasi bencana. Sebab, jika sekadar sosialisasi dinilai hanya sebagian kecil yang akan meresap ke peserta.

“Syukur-syukur 20 persen yang diserap (sosialisasi), kalau simulasi langsung,” ucap Datu Pamusu.

Dia mengatakan simulasi yang akan dilaksanakan menyesuaikan wilayah pelaksanaan kegiatan. Jika kawasan pesisir maka akan dilaksanakan simulasi menghadapi dan penangangan tsunami.

“Yang lainnya mungkin simulasi penanganan banjir dan longsor, nanti akan disesuaikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Datu Pamusu mengungkapkan upaya mitigasi bencana harus dilakukan lewat simulasi dengan melibatkan lintas sektor. Simulai disebut jauh akan lebih efektif untuk pengurangan risiko bencana.

“Sehingga dari sisi penanganan kalau terjadi (bencana) seperti apa, masyarakat bisa lihat langsung. Terus secara organisasi kelembagaan juga siapa-siapa sih yang terlibat sebenarnya kalau terjadi. Dari pihak BPBD bagaimana, dari pihak Kepolisian, dan lembaga-lembaga lain serta siapa saja yang terlibat,” ungkap Datu Pamusu.

Faktor lain yang diutarakan Datu Pamusu sehingga sosialisasi tidak efektif lagi karena melihat kondisi saat ini yang masih di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Pandemi mengharuskan setiap kegiatan harus dalam pembatasan tertentu.

“Dengan kondisi covid begini akan membatasi jumlah orang yang hadir dan masyarakat juga masih bergelut dengan ekonomi rumah tangga. Kalaupun diminta waktunya akhirnya tidak fokus,” ujar Datu Pamusu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas