Rusdy Mastura-Ma'mun Amir. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Ditengah kondisi pandemi covid-19, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulteng begituĀ  sangat berharap kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H Rusdi Mastura-Ma’mun Amir, agar lebih proaktif mendorong industri pariwisata.

“Pertama harapan kami adalah terkait program pemerintah daerah di bidang pariwisata, itu perlu peningkatan dan sinergitas antara stakehoders,” ujar Ketua BPD PHRI Sulteng, Fery Taula saat dihubungi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Sabtu (19/6/2021).

Dirinya mengatakan bahwa untuk membangun industri pariwisata bukan hanya melonggarkan aktivitas. Namun, lanjut dia, harus perlu juga mempersiapkan bidang infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) khususnya sektor ekonomi pariwisata.

“Akhir 2020 kami melakukan Pelatihan & Uji Kompetensi Front Office (FO) sekitar 16 peserta, termasuk House Keeping (HK). Pertengahan 2021 ini kami juga baru saja menuntaskan pelatihan uji kompetensi Barista diikuti 16 peserta,” katanya.

Sedangkan, ia mengatakan presentasi tingkat hunian hotel tercatat antara 40% hingga 50%. Di mana saat ini PHRI Sulteng akan terus berusaha agar bisa kembali menyentuh angka okupansi 60%. Disamping itu, kata dia, pihaknya juga melakukan pengembangan SDM.

“Awal Juni, kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Sulteng menyelenggarakan Sertifikasi Uji Kompetensi Bidang Perhotelan dan Tour Guiding. Kemudian, semua peserta nantinya akan dilanjutkan dengan Pelatihan Work Placement Accessor (WPA),” jelasnya.

Semester II 2021, pihaknya meminta semoga PHRI Sulteng dapat menjalin kerjasama dalam bidang kelembagaan dengan Dinas Pariwisata dan Disnakertrans Sulteng. Ia menilai bahwa Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) harus diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI agar sertifikat tersebut diakui se ASEAN.

“Jika sudah bisa mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang Perhotelan, maka ini yang pertama di Sulteng. Termasuk kerjasama dengan Disnakertrans Sulteng yang akan mendirikan Lembaga Kursus & Pelatihan (LKP) Perhotelan,” tuturnya.

Fery juga mengungkapkan untuk para pekerja hotel dan restoran yang ada di wilayah kabupaten hingga kini belum melaksanakan vaksinasi covid 19. Padahal, dirinya telah mengirim dokumentasi kegiatan vaksinasi yang telah dilakukan PHRI Sulteng di Kota Palu.

“Kami sudah beritahukan ke kabupaten dengan mengirim dokumentasi kegiatan. Hal itu sebagai motivasi dan referensi, tapi mereka tidak ada respon di untuk melaksanakan. Seharusnya jangan hanya mementingkan pariwisata, namun yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap pekerja. Sehingga vaksinasi ini tentu melindungi bagi tamu atau wisatawan juga,” ungkap Fery.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas