MANFAAT TAMBAHAN - Kepala Cabang Bpjamsostek Palu menyerahkan bantuan berupa kaki palsu kepada korban kecelakaan kerja. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau Bpjamsostek Kantor Cabang Palu, baru saja menyerahkan bantuan berupa kaki palsu, serta tangan palsu kepada dua pekerja yang mengalami cacat tetap akibat kecelakaan kerja.

Kata Kepala Cabang Kantor Bpjamsostek Cabang Palu Raden Harry Agung, pemberian kaki palsu dan tangan palsu tersebut merupakan manfaat tambahan bagi pekerja atau peserta aktif yang mengalami cacat tetap akibat kecelakaan kerja.

“Ada lima program perlindungan jaminan sosial yang diselenggarakan Bpjamsostek, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (Jkm), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” ungkap Harry, akhir pekan kemarin.

Selain lima program tersebut, berbagai manfaat tambahan juga didapatkan oleh peserta aktif Bpjamsostek, salah satunya pendampingan bagi mereka yang mengalami kecelakaan kerja.

Sebelum memberikan bantuan kaki palsu dan tangan palsu, pihak Bpjamsostek telah melakukan pendampingan terhadap dua pekerja yang mengalami cacat tetap akibat kecelekaan kerja itu sejak keduanya menjalani perawatan di rumah sakit, hingga kedua peeserta Bpjamsostek tersebut bisa bekerja kembali.

“Nama programnya disebut program return to work (RTW). Ini merupakan penambahan manfaat dari Program JKK yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan peserta yang mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan cacat atau berpotensi cacat,” ugkap dia.

Bukan cuma pendapingan dan memberikan kaki palsu dan tangan palsu, seluruh biaya perawatan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja juga ditanggung sepenuhnya oleh Bpjamsostek.

Kemudian, pekerja juga mendapat santunan upah selama tidak bekerja. Di mana, pada 12 bulan pertama pekerja mendapat upah 100 persen dari Bpjamsostek dan 50 persen upah hingga dianggap sembuh atau bisa bekerja kembali.

“Olehnya, saya mengajak seluruh perusahaan agar mendaftarkan seluruh pekerjanya dalam program perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Selain dapat membantu pekerja, juga dapat mengurangi beban perusahaan saat terjadi kecelakaan kerja,” sebut Harry.

“Daftarkan seluruh pekerjanya. Karena risiko kerja tidak pernah diketahui kapan datangnya, dan bisa menimpa siapa pun,” jelasnya.

Adapun pemberian bantuan berupa kaki palsu kepada Martinus Lembang Kalissi. Ia merupakan pekerja di PT Pengutaka Cahaya Nusantara– O&M DIST UP3 Tolitoli. Ia mengalami kecelakaan kerja pada pada 8 Juni 2020 lalu. Martinus harus kehilangan kakinya karena diamputasi pasca tersengat arus listrik bertegangan tinggi saat bekerja.

Sementara bantuan tangan palsu diberikan kepada Abdi Wijoyo. Ia merupakan pekerja PT Indonesia Guang CNS Industry di kawasan PT IMIP di Kabupaten Morowali. Abdi kehilangannya tangan usai tergelincir saat sedang bekerja. Tangan kanannya masuk ke mesin saat bekerja pada 27 Agustus 2020 lalu. Bpjamsostek Palu juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan masing-masing pihak perusahaan tempat Martinus dan Abdi bekerja, agar keduanya dapat dipekerjakan kembali sesuai kondisi fisik mereka.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas