Home Donggala

CSR Bank di Donggala Jadi Temuan BPK

Ilustrasi. (Grafis: Dok Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Di tahun 2000 kemarin pemda menerima bantuan dana CSR dari salah satu bank sebesar lebih Rp800 juta.

Kemudian Dana sebesar itu terpecah, Rp299 juta lebih diperuntukkan untuk membangun tempat penjualan kuliner di anjungan Gonenggati yang sekarang bentuk fisiknya berupa Gazebo.

Dalam dikutip dari salinan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Sulteng tahun 2020, disebutkan mekanisme penyaluran dana tidak sesuai dengan MoU antara Pemkab Donggala dengan PT Bank Sulteng.

Lebih lanjut lagi penyaluran dana CSR itu tidak melalui RKUD (rekening kas umum daerah), tetapi pihak PT Bank Sulteng secara langsung menyalurkan dana CSR dalam bentuk bantuan tunai kepada masyarakat, pembuatan Gazebo yang dikerjakan CV Arif Nanjaya dan penyediaan sarana rumah sakit.

Untuk Pembuatan Gazebo yang ada di anjungan Gonenggati BPK RI menilai bahwa pembuatan gazebo tidak sesuai ketentuan dalam surat nomor 900/0118/BAG.EKON&SDA tanggal 27 April 2020.

Dimana Bupati meminta pembuatan Gazebo untuk tempat penjualan kuliner bagi masyarakat di anjungan Gonenggati kelurahan kabonga besar. Tetapi kenyataannya sampai saat sekarang aktivitas kuliner di tempat itu tidak ada sebagaimana maksud dan tujuan pembangunan Gazebo yang dimintakan oleh Bupati kepada bank tersebut. Bahkan Gazebo itu hanya dimanfaatkan pasangan muda-mudi memadu kasih karena posisinya strategis tanpa penerangan lampu dimalam hari belum lagi cuaca pantai mendukung, sehingga di seputaran gazebo itu sering ditemukan tisu basah dan kondom.

Selain itu pembangunan aset Gazebo tersebut belum diserahkan kepada Pemkab Donggala oleh bank cabang Donggala.

Pihak bank melalui perwakilannya yang hendak dikonfirmasi jumat kemarin tidak berada di kantornya, menurut staf humasnya pimpinannya kurang sehat.

“Maaf pak ibu pimpinan sedang sakit, saya tidak berhak memberikan komentar terkait temuan BPK,” singkat Husni.

Demikian pula ketika dihubungi di nomor ponsel 0813-4100-2XXX pada Jumat 18 Juni 2021, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban hingga berita naik cetak. (tim)

Ayo tulis komentar cerdas