Home Ekonomi

BPS: Impor Sulteng Turun 6,52 Persen

Dumangar Hutauruk. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan bahwa total impor Sulawesi Tengah selama April 2021 senilai US$ 492,30 juta. Dalam hal ini turun sebesar US$ 34,33 juta atau 6,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk mengatakan, selama Januari-April 2021 terjadi peningkatan US$ 994,62 juta atau sebesar 169,91 persen menjadi US$ 1.581,02 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, Sulawesi Tengah mengalami surplus senilai US$ 464,27 juta selama April 2021 dan surplus senilai US$ 1.558,22 juta selama Januari-April 2021,” ujarnya.

Selama April 2021, ia mengungkapkan impor Sulawesi Tengah didominasi oleh kelompok komoditas besi baja senilai US$ 139,82 juta (28,40 persen) dan mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 123,58 juta (25,10 persen).

“Januari-April 2021, komoditas yang mendominasi impor Sulawesi Tengah yaitu mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 484,61 juta atau 30,65 persen serta besi dan baja senilai US$ 358,41 juta atau 22,67 persen dari total impor Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya menyatakan Impor Sulawesi Tengah selama April 2021 masih didominasi dari Tiongkok yaitu senilai US$ 252,86 juta atau 51,36 persen dari total nilai impor Sulteng.

“Januari – April 2021, impor berasal dari Tiongkok senilai US$ 874,40 juta (55,31 persen) dan Australia senilai US$ 164,74 juta (10,42 persen), dan Afrika Selatan senilai US$ 157,58 jura (9,97 persen), sedangkan sisanya berada dibawah 5 persen,” ucapnya.

Pelabuhan bongkar impor di Sulawesi Tengah selama April 2021 didominasi Kolonodale senilai US$ 389,48 juta. Selama Januari-April 2021, kontribusi Kolonodale mencapai US$ 1.476,58 juta (93,39 persen), diikuti oleh Poso senilai US$ 102,85 juta (6,51 persen), Pantoloan senilai US$ 0,90 juta (0,06 persen), dan Poso senilai US$ 0,69 juta (0,06 persen).

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas