Home Ekonomi

OJK Sulteng Dorong Optimalisasi Penyaluran Kredit

Pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) optimalisasi penyaluran kredit yang dilaksanakan OJK Sulteng di Kabupaten Tolitoli. (Foto: Dokumentasi OJK Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan rapat koordinasi terkait dengan optimalisasi penyaluran kredit di Kabupaten Tolitoli.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas pertemuan bersama anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tolitoli, Bank Himbara dan BPD Sulawesi Tengah, Senin (14/06/2021).

Melalui rapat tersebut diharapkan masyarakat khususnya pelaku UMKM pada sektor pertanian dan perkebunan dapat meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Tolitoli.

Turut hadir Wakil Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Amiruddin Muhidu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tolitoli Jemy Yusuf, I Nyoman Muliada, Pulung Kardianto, Sekertaris Daerah Kabupaten Tolitoli Moh Asrul Bantilan.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Bank Mandiri Cabang Palu, Bank Rakyat Indonesia Cabang Tolitoli, Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Berdasarkan data BPS Kabupaten Tolitoli dalam angka tahun 2020, mayoritas penduduk bekerja pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu sebesar 48,02 persen. Bahwa serapan KUR alokasi anggaran berada pada angka 86 Triliun dan jika di presentasikan serapan KUR berada pada angka 2 persen.

“Kehadiran Kami disini sebagai amanah dari Undang-Undang No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Menjadi ironis saat ini ketika para petani bertarung di pasar bebas dengan adanya pengurangan subsidi pemerintah,” ujar Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemy Yusuf.

“Kehadiran kami untuk mempertanyakan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh lembaga jasa keuangan dengan adanya kebijakan pemerintah yakni Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujarnya menambahkan.

Saat ini tanaman cengkeh memiliki peranan besar dan menjadi komoditas unggulan bagi petani di kabupaten Tolitoli. Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Peternakan luas lahan cengkeh sebesar 37,799 Ha dengan produksi sebesar 12,120 ton.

Demikian pula terjadi penurunan harga cengkeh sekitar Rp70 ribu per kilo serta mayoritas petani terikat dengan sistem ijon.

“Kabupaten Tolitoli telah memiliki resi gudang yang dapat menampung sekitar 5.000 ton hasil pertanian, namun Kami berharap kedepannya komoditas cengkeh dapat masuk dalam skema kredit pada lembaga jasa keuangan,” pinta Jemy Yusuf

Pada kesempatan ini Amiruddin Muhidu selaku Wakil Kepala OJK Sulteng menyampaikan realisasi penyaluran KUR di Provinsi Sulawesi Tengah kepada 5.012 debitur dengan nilai akad sebesar Rp193 Miliar.

“Adapun didominasi oleh Bank Rakyat Indonesia kepada 4.550 debitur dengan nilai akad sebesar Rp135 Miliar. Penyaluran KUR di Kabupaten Tolitoli kepada 286 debitur dengan nilai akad sebesar Rp12,8 Miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam hal ini mengeluarkan kebijakan untuk mendorong usaha mikro, kecil dan menengah melalui kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Selain itu OJK terus mendorong lembaga jasa keuangan formal memberikan kredit atau pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih terjerat hisapan lintah darat melalui program kredit melawan rentenir yang diinisiasi oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD),” jelasnya.

Dikatakan, TPAKD lahir dari kondisi di masyarakat yang membutuhkan akses keuangan untuk keperluan pribadi, keluarga maupun usaha. Oleh karena itu, TPAKD sebagai forum koordinasi antar instansi dan stakeholders diharapkan dapat meningkatkan dan mempercepat akses keuangan di daerah.

“Khususnya Kabupaten Tolitoli dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Amiruddin

Isu akses keuangan sering dikaitkan dengan upaya untuk mendorong UMKM dan sektor produktif khususnya pertanian. Oleh karena itu, perlu upaya nyata untuk mendorong kegiatan ekonomi produktif melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, dan penguatan sektor ekonomi prioritas.

“Pemerintah Kabupaten Tolitoli sangat menyambut baik atas terselenggaranya rapat koordinasi ini. Melalui rapat ini Kami mengharapkan sinergitas antara Pemda, DPRD, OJK dan lembaga jasa keuangan dalam meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat khususnya para petani. Selanjutnya kami akan menindaklanjuti melalui dinas terkait guna mengoptimalkan penyaluran kredit di Kabupaten Tolitoli,” ujar Moh Asrul Bantilan selaku Sekertaris Daerah Kabupaten Tolitoli. (**/fik)

Ayo tulis komentar cerdas