Home Donggala

18 ASN Mantan Napi di Donggala Masih Terima Gaji

ILUSTRASI - Pembayaran gaji dan tunjangan ke 18 ASN mantan napi di Pemkab Donggala menjadi temuan. Berdasarkan hasil audit, BPK RI menemukan ada kelebihan pembayaran gaji dan tunjangan sebesar Rp544 juta lebih. (Grafis: Metrosulawesi/ Mohammad Rahmad)
  • Sekdakab Minta Pertimbangan BAKN Makassar

Donggala, Metrosulawesi.id – Sebanyak 18 ASN (aparat sipil negara) yang berstatus mantan napi di Kabupaten Donggala masih menerima gaji. Hal ini terungkap menyusul temuan BPK RI yang menemukan ada kelebihan pembayaran gaji dan tunjangan sebesar Rp544 juta lebih.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri, Pasal 250 huruf b menyatakan bahwa PNS diberhentikan dengan tidak hormat, apabila dipidana dengan pidana penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan dan/atau pidana umum.

Sekda Kabupaten Donggala, Rustam Efendi yang dimintai tanggapan mengenai hal itu, membenarkan ada ASN-nya sebanyak 18 orang yang tersandung hukum. Dan telah menjadi temuan BPK-RI sulawesi tengah karena kelebihan pembayaran.

“Waktu kami terima LHP BPK 2020 31 Mei kemarin, sehari kemudian saya tindak lanjuti permintaan BPK itu. Permintaan BPK itu di antaranya meminta kami membuat rencana aksi dari temuan BPK atas 18 ASN yang tersandung kasus hukum,” kata Rustam yang ditemui di kantor BKPSDM, Kamis 17 Juni 2021.

Rustam Efendi. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

“Kemudian Bupati melalui saya (sekda) memerintahkan kepada kepala BKPSDM menindaklanjuti temuan itu,” tambahnya.

Mantan kepala Bappeda Donggala ini mengatakan, dari kasus 18 ASN ini memang telah berkekuatan hukum tetap, tapi perlu ada pertimbangan matang agar tidak memengaruhi psikologis ke-18 ASN itu.

Rustam mengatakan, terkait permasalahan tersebut, kini pihaknya sedang meminta pendapat hukum dan pertimbangan BAKN.

“Kita tinggal menunggu lembaga yang punya wewenang supaya matang, agar tidak menimbulkan kesan tidak baik,” katanya.

18 ASN DONGGALA YANG TELAH DIPIDANA
Kasus Korupsi
NamaOPDHukumanTgl Putus
Hj NNakertrans1,4 tahun24 Juni 2006
AfBPBD1,2 Tahun2 September 2008
BkDinas PU2 tahun9 Oktober 2013
VDSBPP Siweli1 tahun14 Mei 2014
MYSekcam1 tahun20 Okt 2014
SHMBPKAD1,3 tahun23 Nov 2015
ABSekretariat4 Bulan31 Juli 2017
AAKetahanan Pangan4 Bulan31 Juli 2017
APEDinas Sosial2,6 tahun2 Des 2019
KhdDinas Sosial2 tahun2 Des 2019
AHMDinas Sosial2,6 tahun
EKDinas Perhubungan2 tahun21 Sept. 2020
ISDinas Pehubungan2 tahun21 Sept. 2020
MRSekretariat1,4 tahun29 Feb 2020
YusDinas BPBD1 tahun18 Maret 2020
Kasus Penipuan
NamaOPDHukumanTgl Putus
DBLInspektorat1 tahun27 Oktober 2011
Kasus Narkoba
NamaOPDHukumanTgl Putus
MYABPKAD1,2 tahun17 Nov 2016
SRHPemuda & Olahraga1 tahun7 Feb 2017

Permasalahan ke-18 PNS itu kata Rustam, sudah masuk dalam ranah publik.

“Jangan sampai menimbulkan polemik lagi. Nanti kesannya 18 ASN itu dilindungi, jadi harus ditindaklanjuti,” katanya.

Kadis BKPSDM Donggala, Najamudin Laganing menuturkan hal senada. Kasus hukum yang dialami 18 ASN-nya itu masih perlu dikaji secara hukum.

“Saya sudah menerima surat sekda, dan kami sudah meneruskan ke BAKN Makassar, dan meminta pengkajian hukum sebelum memutuskan. Apapun hasilnya dari BAKN akan kami jalankan,” tutupnya.

Najamudin Laganing. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Ke-18 PNS itu berasal dari beberapa OPD (organisasi perangkat daerah) bekerja di Pemkab Donggala. Mereka dihukum karena tersangkut berbagai kasus. Mulai dari kasus korupsi, penipuan, penadah hingga narkoba. Yang paling banyak kasus korupsi.

Status kasusnya ada yang sudah inkrah dan sudah menjalani hukuman, ada pula yang belum alias masih dalam proses di Mahkamah Agung.

Penulusuran wartawan Metrosulawesi dari Palu, diperoleh informasi, rata-rata ke-18 ASN itu masih aktif dan menduduki jabatan di sejumlah OPD Donggala.

“Mereka rata-rata sebagai kepala bidang,” kata sumber Metrosulawesi. (tim)

Ayo tulis komentar cerdas