Home Palu

PPDB SD-SMP Dibuka 1-6 Juli 2021

Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaa Kota Palu, Ansyar Sutiadi memastikan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kota secara serentak akan dibuka pada awal Juli, selama 6 hari yakni pada Kamis, 1 Juli hingga Selasa, 6 Juli 2021.

Menurut Ansyar, hal itu telah dibahas bersama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang Paud, SD, dan SMP dan telah disepakati bersama.  

“Mengenai pelaksanaan PPDB sudah ada Surat Edarannya sudah di tandatangani, dan sudah dibahas bersama dengan MKKS, serentak akan dilaksanakan pada awal Juli,tanggal 1 sampai 6,” kata Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Sehubungan dengan itu, Ansyar juga mengatakan untuk pembagian wilayah zonasi telah ditetapkan pada Perwali tentang Zonasi PPDB, untuk jenjang Paud dan SD berbasis jarak tempat tinggal yang terdekat dengan sekolah, dan untuk jenjang SMP dibagi dalam empat wilayah zonasi.

“Untuk PAUD dan SD sama, berbasis sekolah yang terdekat dari tempat tinggal berdasarkan Kartu Keluarga (KK), untuk SMP kita akan bagi empat wilayah zonasi, karena lebih sedikit  sekolahnya dan sebarannya tidak merata, sehingga kami mengatur zonasinya berdasarkan empat wilayah,” ujarnya.

Untuk itu, Ansyar berharap, agar setiap sekolah dapat melaksanakan PPDB sesuai dengan ketentuan SE yang telah ditetapkan.

“Kami berharap agar itu menjadi pedoman, dan mereka menjalankan itu sesuai dengan SE yang sudah ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Yabidi mengungkapkan, pengumuman kelulusan jenjang SD di Palu bisa dilaksanakan secara luar jaringan (luring) maupun daring arau dalam jaringan (online).

“Bagi yang umumkan kelulusan secara daring silahkan bisa melalui zoom atau memakai kelompok-kelompok grup whatsapp. Begitupun yang menggunakan mekanisme luring, boleh melaksanakan di lingkungan sekolah tetapi kami telah ingatkan wajib terapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat,” kata Yabidi, melalui ponselnya beberapa waktu lalu.

Yabidi mengatakan, bagi siswa yang tidak mengindahkan sistem prokes dengan baik, sekolah bisa tidak memberikan hasil pengumuman kepada yang bersangkutan. Kemudian juga dilarang untuk anak-anak saling mengunjungi satu sama lain.

“Intinya pengumuman kelulusan bisa dilaksanakan secara luring maupun daring,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas