Home Hukum & Kriminal

Terhar Kena 2,6 Tahun, Baso Bebas

BERIKAN PENDAPAT - Ahli Geoteknik, Benyamin saat memberikan pendapatnya pada persidangan terkait dugaan korupsi pada perencanaan pembangunan gedung kantor DPRD Morut tahun 2015, di Pengadilan Negeri Klas 1 A PHI/Tipikor/Palu, Senin 1 Maret 2021. (Foto: Istimewa)
  • Korupsi Kantor DPRD Morut

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan perencanaan pembangunan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tahun 2015,  Terhar Lawandi (Kabag Adpum) divonis pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan serta denda Rp100 juta subsidar 6 bulan kurungan, pada persidangan, Senin 14 Juni 2021.

Sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kelas 1A/Tipikor/PHI Palu, dipimpin ketua majelis hakim Zaufi Amri SH, didampingi Bonifasius SH, dan Andrianus SH. Dalam amar putusannya majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa Terhar Lawandi terbukti bersalah.

“Menyatakan, terdakwa Terhar Lawandi terbukti secara sah dana menyakinkan bersalah, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan penjara, serta denda Rp100 apabila tidak dibayarkan maka akan digantika dengan pidana penjara selama enam bulan,” demikian amar putusan yang dibacakan ketua majelis hakim.

Putusan hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yang menuntut Terhar Lawandi dengan pidana selama 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidar tiga bulan penjara. Dilain sisi, rekan terdakwa Terhar Lewandi yakni Baso Muchtar sebagai konsultan dalam proyek itu, malah dinyatakan bebas karena tidak terbukti bersalah.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Baso Muchtar tidak terbukti secara sah dan menyakinkan baik dalam dakwaan primair maupun subsidar, membebaskan terdakwa dari segala tuntutan JPU, memulihkan nama naik terdakwa,” demikian amar putusan ketua majelis hakim Zaufi Amri.

Padahal sebelumnya, dalam kasus ini, terdakwa Baso Muchtar dituntut 4 tahun penjara dengan denda Rp200 juta. Dalam amar putusan majelis hakim pun, menyatakan kalau uang pengganti kerugian negara yang pernah dititipkan terdakwa Baso, dikembalikan ulang kepadanya.

Atas putusan tersebut, untuk Terhar Lawandi dan kuasa hukumnya serta JPU menyatakan pikir-pikir. Sedangkan Baso Muchtar dan kuasa hukumnya menyata terima sementara JPU masih pikir-pikir untuk melakukan uapaya hukum bandi maupun kasasi. sementara untuk empat terdakwa lainnya akan menjalani sidang putusan hari ini Selasa 15 Juni 2021.

Reporter: Salam Laabu – Sudirman
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas