Home Palu

BPTP Dampingi KWT Pengawu Palu

PENINJAUAN - Plt BPTP Sulteng, Dr Nurdiah Husnah, didampingi Penyuluh/Peneliti BPTP Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian Kota Palu, Kepala BPP Duyu dan Penyuluh BPP Duyu mengunjungi KWT Sedap Malam yang menjadi pelaksana kegiatan, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)
  • Nurdiah: Masa Pandemi, Pemanfaatan Pekarangan Sangat Cocok

Palu, Metrosulawesi.id – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulteng melakukan pendampingan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sedap Malam di Kelurahan Pengawu, Kota Palu. Pendampingan tersebut dalam rangka hilirisasi teknologi melalui pemanfaatan pekarangan di Kelurahan Pengawu.

Plt BPTP Sulteng, Dr Nurdiah Husnah, didampingi Penyuluh/Peneliti BPTP Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian Kota Palu, Kepala BPP Duyu dan Penyuluh BPP Duyu mengunjungi KWT Sedap Malam yang menjadi pelaksana kegiatan, baru-baru ini.

Nurdiah mengatakan kunjungan bertujuan melihat perkembangan kegiatan yang telah dilaksanakan KWT Sedap Malam Pengawu. Nurdiah mengharapkan KWT menanam tanaman sayuran atau umbi-umbian yang memiliki banyak manfaat dan utamanya mampu menyediakan pangan sehat kepada keluarga.

“Itu karena budidaya di pekarangan dilakukan secara organik dengan tidak melakukan penyemprotan pestisida,” ucap Nurdiah. 

Selain itu, dengan memanfaatkan pekarangan juga mengurangi biaya konsumsi sayur dan memberi pendapatan tambahan jika hasil pekarangan dijual. 

“Saat ini di masa pandemi, ruang gerak kita terbatas, banyak waktu yang dihabiskan di rumah, sehingga kegiatan pemanfaatan pekarangan sangat cocok untuk dikembangkan,” ujarnya.

Diperikarakan pandemi Covid-19 masih terus berlangsung dan banyak menyebabkan terganggunya kegiatan perekonomian di semua lini usaha, termasuk sektor pertanian. Salah satu dampak yang harus diantisipasi terkait Covid-19 adalah ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat. 
Disebutkan, ketahanan pangan tidak semata-mata terpenuhi dari lahan pertanian saja, lahan non pertanian pun dapat difungsikan untuk mendukung ketahanan pangan, seperti pekarangan.

Nurdiah mengatakan teknologi yang dapat diterapkan di pekarangan didasarkan dengan kondisi lahan. Untuk lahan pekarangan yang luas dan kondisi tanah subur dapat langsung menanam di tanah dalam bentuk bedengan.

Sedangkan untuk yang lahan pekarangannya sempit dan kondisi tanah yang tidak subur, dapat mengembangkan budidaya sayuran sistem hidroponik. Melalui kesempatannya, Nurdiah juga mengajak instansi terkait untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini dan memotivasi KWT dalam pemanfaatan pekarangannya secara produktif dan berkelanjutan. Diakhir pertemuan, anggota KWT menyatakan akan mulai membenahi pekarangannya untuk ditanami kembali dengan sayuran. 

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas