Home Palu

Polda Bantu Vaksinasi Mahasiswa Untad

Untad. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Tadulako, Prof Dr Muhammad Nur Ali M.Si, mengungkapkan Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng melalui Biddokkes membantu pemberian vaksinasi Covid-19 bagi mahasiswa Untad.

“Polda Sulteng melalui Biddokkes menyediakan vaksinasi cuma-cuma (gratis) khusus kepada mahasiswa Universitas Tadulako,” ujar Nur Ali melalui surat Nomor 3997/UN28/KP/2021 yang diterima Metrosulawesi, Minggu, 13 Juni 2021.

Dia mengatakan Biddokkes Polda Sulteng menyiapkan kuota untuk 4.000 mahasiswa Untad. Pemberian vaksinasi ini sehubungan dengan rencana perkuliahan tatap muka dan tindak lanjut kerjasama antara Untad dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Nur Ali meminta direktur pascasarjana dan dekan-dekan fakultas menyampaikan informasi pelaksanaan vaksinasi untuk mahasiswa Untad di Polda Sulteng. Adapun pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di Halaman Polda Sulteng, Jalan Soekarno Hatta Palu.

“Dimohon kiranya bapak/ibu mengumumkan kepada seluruh mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan bantuan vaksinasi dimaksud tanpa pungutan biaya,” ucapnya.

Nur Ali menambahkan yang diberi kesempatan untuk menerima vaksinasi ini yaitu mahasiswa Diploma, S1, S2, dan S3 yang belum bekerja atau mahasiswa murni. Diberitakan, untuk pelaksanaan vaksinasi bagi dosen, tenaga kependidikan dan pegawai Untad telah berakhir pada Sabtu, 12 Juni 2021.

Hal ini diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 Universitas Tadulako, Dr dr Ketut Suarayasa M.Kes, Jumat, 11 Juni 2021. Namun, dia belum bisa menyampaikan jumlah keseluruhan capaian vaksinasi karena harus menunggu pelaksanaan hari terakhir. Suarayasa mengatakan pelaksanaan vaksinasi terakhir dilaksanakan di Aula Fakultas Kedokteran Untad.

Sebelumnya, Rektor Untad, Prof Mahfudz MP, belum bisa memastikan pelaksanaan perkuliahan tatap muka (PTM) untuk tahun akademik 2021-2022 di kampus yang dipimpinnya. Ia mengaku masih melakukan kajian bersama jajarannya terkait penyebaran Covid-19 di daerah ini.

“Kami telah rapat dengan Majelis Rektor, sudah ada keputusan diserahkan ke masing-masingperguruan tinggi, boleh masih daring, boleh blended atau boleh juga tatap muka, tergantung sikon. Kita belum bisa pastikan sekarang bahwa harus tatap muka,” ucap Prof Mahfudz di Palu, Jumat, 4 Juni 2021.

Dia mengatakan sampai saat ini proses perkuliahan di Untad masih berlangsung secara daring atau online. Tujuannya untuk memutus penyebaran virus corona yang masih mewabah dan telah menelan banyak korban.

Menurutnya, untuk membuka PTM harus benar-benar melalui kajian matang sebab mahasiswa yang akan hadir di kampus berjumlah puluhan ribu. Selain itu, wajib diantisipasi penyebaran Covid-19 karena mahasiswa Untad datang dari berbagai daerah di Sulteng dan luar provinsi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas