Home Sulteng

Masyarakat Diharap Ikut Awasi Orang Asing

FOTO BERSAMA - Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulteng, Ari Tri (tengah) didampingi Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Palu, Danil Rachman foto bersama peserta sosialisasi penggunaan APOA di Palu, Rabu, 9 Juni 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Kanim Palu Sosialisasikan Penggunaan APOA

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulteng, Ari Tri Esthi Moeljantoro, mengharapkan masyarakat ikut mengawasi keberadaan orang asing (WNA) di Sulawesi Tengah. Hal ini disampaikannya saat membuka sosialisasi penggunaan Aplikasi Pengawasan Orang Asing (APOA) yang dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Palu, Rabu, 9 Juni 2021.

“Kami perlukan peran aktif dari masyarakat memberikan informasi. Masyarakat di sini tentu salah satunya bapak-bapak dan ibu-ibu yang mewakili hotel (penginapan) dan perusahaan,” ucap Ari kepada peserta sosialisasi.

Dia mengatakan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan orang asing dibutuhkan karena jumlah petugas Imigrasi sedikit. Selain itu, jika pengawasan hanya dibebankan kepada petugas Imigrasi dipastikan tidak akan maksimal. Sebab jumlah orang asing lebih banyak dibanding petugas Imigrasi.

“Terhadap orang asing yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba atau sebagai pengedar tentunya yang melakukan pengawasan bukan Imigrasi, tapi BNN. Sedangkan orang asing yang melakukan tindak pidana, tentunya yang melakukan pengawasan adalah pihak Kepolisian. Demikian juga orang asing yang bekerja di Indonesia, yang melakukan pengawasan Disnakertrans. Di mana Imigrasi melakukan pengawasan? Imigrasi melakukan pengawasan kepada orang asing yang terkait izin tinggal,” ujar Ari.

“Imigrasi tentunya tidak bisa melakukan pengawasan maksimal tanpa peran dari stakeholder dan instansi terkait maupun dari masyarakat. Masyarakat di sini diminta memberikan informasi,” tambahnya.

Ari mengungkapkan dengan hadirnya APOA semakin memudahkan masyarakat yang ingin melaporkan keberadaan orang asing. Aplikasi ini bisa diakses melalui website apoa.imigrasi.go.id dan bisa diunduh ke smart phone.

“APOA ini diinisiasi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk membantu masyarakat melaporkan orang asing yang tinggal atau bekerja di perusahaan. Misalnya ada orang asing di tempat penginapan bisa dimasukkan ke aplikasi ini nanti akan langsung online ke server Imigrasi,” ungkap Ari.

Kehadiran APOA melengkapi aplikasi Sistem Pengawasan Orang Asing (Sipoa) yang merupakan inovasi Kanim di wilayah Sulteng. Namun aplikasi Sipoa hanya bisa diakses oleh petugas Imigrasi.

Sebagai pemateri sosialiasi yaitu Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Palu, Danil Rachman. Sosialiasi diikuti puluhan peserta dari pihak hotel, perusahaan dan wartawan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas