Home Ekonomi

OJK: Tiga Manfaat Securuties Crowdfunding Bagi UMKM

Kepala OJK Regional VIII, Giri Tribroto saat memaparkan terkait sosialisasi Securuties Crowdfunding sumber pendanaan UMKM. (Foto: Tangkapan layar/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Webinar Securuties Crowdfunding-Alternatif Pendanaan bagi pelaku UMKM yang dilaksanakan secara langsung melalui channel Youtube OJK, Selasa (8/6/2021).

Kepala OJK Regional VIII, Giri Tribroto, mengatakan Securuties Crowdfunding menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kapasitas permodalan UMKM. Ia menjelaskan bahwa UMKM go public sejauh ini sudah ada 28 UMKM dengan jumlah penawaran mencapai Rp1 tirilun.

UMKM pada 2021 sampai Mei yang melakukan penawaran, ada 1 UMKM dengan penawaran Rp33,7 miliar. Hal ini diharapkan dapat terus berkembang di Sulampua, OJK akan terus mendorong adanya UMKM yang mengadakan penawaran go public. Begitu pula mendapatkan akses pendanaan melalui layanan urung dana Securuties Crowdfunding,

“Manfaat apabila telah melakukan penawaran umum antara lain menciptakan kemandirian perusahaan, mempercepat good coverets governments, serta mendapatkan mitra strategis yang dapat meningkatkan nilai perusahaan,” katanya.

Menurutnya, UMKM sebagai penopang ekonomi adalah sektor yang sangat memerlukan dukungan pendanaan dalam menopang pertumbuhan usahanya. UMKM sebagian besar merupakan usaha yang dibangun secaa non formal oleh masyarakat yang dikenal dengan ekonomi kerakyatan.

UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang memberikan kontribusi 62,57 persen terhadap PDB, dan menyerap 97 persen dari total tenaga tenaga kerja Idonesia, serta 99 persen dari total lapangan pekerjaan.

“Berbagai kebijakan stimulus telah dikeluarkan oleh OJK di masa pandemi Covid-19 yang bersinergi dengan stakeholder. Hal ini untuk mendorong PEN, beberapa kebijakan tersebut adalah restrukturisasi kredit yang terdampak pandemi,” ungkapnya.

OJK sendiri telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis dalam mengintervensi kemajuan UMKM ditengah pandemi Covid-19.

“Kebijakan telah tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan indonesia (MPJSKI), mempermudah dan mempercepat akses pembiayaan dengan memperluas KUR klaster yang telah berhasil di beberapa daerah dan memperluas ekosistem digitalisasi UMKM dari hulu sampai hilir,” tuturnya.

“Relaksasi bobot resiko ATMR pada kredit pembiayaan seperti properti, rumah tinggal, sektor kesehatan, dan pembelian kedaraan bermotor, stimulus sektor volatilitas pasar modal,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas