Asisten II Pemprov Sulteng, Elim Somba didampingi Kadis Perindag Sulteng, Richard Arnaldo Djanggola saat meninjau langsung stan pada kegiatan pasar murah yang diselenggarakan di Kelurahan Palupi, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah memberikan tambahan subsidi harga pada kegiatan pasar murah kurang lebih sebesar Rp20 juta.

Pelaksanaan pasar murah digelar selama dua hari terhitung mulai Selasa sampai dengan Rabu (8 hingga 9) Juni 2021. Bertempat di lapangan Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Richard Arnaldo mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati hari besar keagamaan yang salah satunya adalah hari Waisak.

“Kenapa kita baru gelar sekarang, kebetulan kemarin sangat dekat perayaan Idul fitri dan Waisak. Makanya, kami laksanakan bulan ini karena masyarakat beragama Budha masih memperingati,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Menurut dia, respon masyarakat yang mengunjungi stan pasar murah terlihat merasa senang dan terbantu. Sebab, sejak adanya pandemi covid 19 harga barang kebutuhan pokok melonjak tajam.

“Apalagi, kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah juga memberikan subsidi transportasi senilai Rp5 juta kepada pelaku usaha di kegiatan pasar murah ini,” terangnya.

“Sementara kami memperkirakan untuk jumlah transaksi pembelian di pasar murah kali ini bisa mencapai Rp300 hingga Rp400 juta. Pasalnya, jelang idul fitri kemarin omsetnya sampai Rp500 juta,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak menyediakan penukaran LPG 3 kg di setiap kegiatan pasar murah, karena  dengan alasan kondisi pandemi covid 19 akan terjadi penumpukan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas