Home Poso

Ribuan Ton Beras Menumpuk di Gudang

ILUSTRASI - Beras. (Foto: Metrosulawesi/ Dok. Djunaedi)
  • Bulog Poso Belum Beli Beras Petani

Poso, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Poso  melalui Dinas Ketahanan Pangan  setempat menyebutkan ribuan ton  beras  petani saat ini hanya tertumpuk di gudang penggilingan karena tidak terserap pasar dan lebih fatal pihak Bulog sama sekali belum membeli beras dengan beberapa alasan,  kondisi ini tentu  membuat resah petani.

“Tidak terserapnya beras di pasaran karena tidak ada pembeli, sehingga diperkirakan ada ribuan  ton beras tertampung di gudang penggilingan padi,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Poso Rusnah Mangun SE, MSi kepada wartawan, Senin 7 Juni 2021 kemarin.

Dia menjelaskan beras petani yang tertumpuk di gudang tersebut, sudah berlangsung sejak awal Februari 2021 atau saat masa panen raya pada lahan petani baik yang berada di kecamatan Poso Pesisir Bersaudara serta beberapa wilayah di kecamatan Pamona Bersaudara.

“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan Dolog  Poso guna mencari solusi agar beras tersebut dapat terserap di pasaran termasuk bagaimana dari Bulog membeli beras petani,“ ujar Rusnah.

Dirinya mengakui kalau curhatan petani padi kepada dirinya selaku kepala  OPD terkait dalam persoalan menumpuknya stok beras hingga mencapai ribuan ton. Tertumpuknya beras petani ini menurut Rusnah, sudah dikoordinasikan dengan pihak Dolog Poso, namun toh beberapa alasan sehingga mereka belum membeli beras petani, hal ini akan terus dikoordinasikan bersama kepala daerah.

“Kita mencari solusi terbaik demi kesejahteraan petani padi, upaya Pemkab Poso yang berencana ASN dalam tunjangan beras nya yang diberikan pemerintah, hendaknya membeli beras petani ketimbang beras Bulog, upaya ini akan dilakukan,” tegas Rusnah Mangun.

Rusnah Akui dirinya mendapat informasi, dimana beras yang dibeli pihak Bulog Poso adalah beras dari Provinsi Sulawesi Selatan, artinya beras luar atau impor luar daerah begitu leluasa masuk wilayah Poso, namun hal itu belum ada regulasi pembatasan pangan masuk di satu daerah, sehingga solusinya adalah beras yang menumpuk di beberapa gudang petani akan dibeli ASN melalui tunjangan beras bagi seorang ASN, namun semuanya  harus ada penekanan dari kepala daerah.

Sementara itu seorang petani padi yang tergabung dalam Gabungan Kelompok  Tani  ( Gapoktan)  Poso sebut saja Putu, petani yang berasal dari desa Mayasari  kepada media ini menuturkan, beras yang ada di gudang penyimpanan, adalah beras bermutu kualitas termasuk harga disesuaikan dengan harga pasaran serta dapat dijangkau masyarakat, olehnya harapan petani, kiranya Dolog  Poso jangan terlalu kaku dengan aturan, serta dirinya berharap ada pembatasan jumlah beras luar  yang masuk Poso tentu ada regulasi yang dibuat pemerintah daerah setempat kalau mau petani sejahtera. Sementara itu  Kepala Divre Bulog Poso Ivan Faisal hingga berita ini naik cetak, belum ada keterangan resmi  terkait pihak  Dolog belum membeli  beras ditingkat petani meskipun bersangkutan  sudah dicoba untuk dihubungi.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas