Home Inspirasi

Kepala SDN 1 Tatura Raih Doktor dengan Predikat Cumlaude

LULUS CUMLAUDE - Dr Ni Nyoman Suhermi sesaat setelah mengikuti sidang terbuka di Aula Media Centre Universitas Tadulako, Senin 7 Juni 2021. (Foto: Istimewa)
  • Dr Ni Nyoman Suhermi

Palu, Metrosulawesi.id – Persaan senang tergambar jelas di wajah Ni Nyoman Suhermi sesaat setelah berhasil meraih gelar doktor dalam sidang terbuka di Aula Media Centre Universitas Tadulako, Senin 7 Juni 2021.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur, karena dapat meraih predikat lulus cumlaude dengan nilai IPK 3,94. Kemudian juga belum sampai waktunya tetapi saya dapat menyelesaikan, hal ini atas dorongan dari teman-teman yang selama ini meberikan saran dan semangat,” kata Ni Nyoman yang sehari-harinya sebagai Kepala SD Negeri 1 Tatura itu.

Ni Nyoman berhasil mempertahankan hasil penelitiannya tentang penyadaran komunikasi pendidikan inklusi di Kota Palu. Dia mengaku, juga terinspirasi dan termotivasi karena melihat anak-anak disabilitas belum terlayani dengan baik.

“Masih adanya diskriminasi terhadap para penyadang disabilitas, sehingga tidak terlayani dengan tepat sesuai kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, di Kota Palu pendidikan inklusi belum berjalan dengan baik, walaupun mungkin sudah ada penunjukan sekolah-sekolah inklusi tetapi memang belum sesuai mekanisme yang ada.

“Oleh sebab itu, melalui hasil disertasi atau penilitiannya saya mengajak, seluruh stakeholder untuk bergandengan tangan dan bersinergi, agar pendidikan inklusi betul-betul menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bahkan kata Ni Nyoman, peran media masa sangat penting, untuk menyampaikan informasi terkait pendidikan inklusi, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan sesuai hambatan-hambatan mereka.

“Saya berharap kepada pemerintah kota Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar betul-betul konsen terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusi dan lebih banyak memberikan sosialisasi kepada guru-guru, bagaimana pendidikan inklusi itu berjalan. Sehingga setiap sekolah tidak lagi menolak anak berkebutuhan khusus itu untuk belajar bersama,” jelasnya.

Ni Nyoman, yang juga pemerhati pendidikan inklusi, berkomitmen untuk mengembangkan risetnya tentang apa permasalahan di dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi di Kota Palu.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas