Home Sulteng

Kali Terakhir di Rapat Tepra, Longki Pamit

ILUSTRASI - Longki Djanggola. (Grafis: Metrosulawesi/ Mohammad Rahmad)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola memimpin rapat tim evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran (Tepra) Sulteng 2021, di gedung Polibu kantor Gubernur, Senin 7 Juni 2021. Ini merupakan rapat pertama dan terakhir di 2021 bagi Gubernur Longki.

Pada kesempatan itu, gubernur memberikan apresiasi kepada pimpinan OPD yang telah menghadiri rapat tepra, terutama yang masuk kategori biru dan hijau dan telah mencapai target 25 persen untuk keuangan dan 30 persen untuk pembangunan fisik.

Menurut gubernur, bisa saja rapat tepra yang dihadirinya merupakan yang pertama dan terakhir di tahun 2021 karena kalau tidak ada halangan minggu depan, tepatnya pada tanggal 16-17 Juni gubernur baru terpilih akan dilantik.

Gubernur Longki pamit dan meminta maaf, apabila dalam menjalankan amanah kepemimpinannya selama dua periode atau 10 tahun masih terdapat kekurangan yang menimbulkan kekeliruan dan ketidaknyamanan saat berkoordinasi dan berkomunikasi. Pada Rabu pekan depan tanggal 16 Juni 2021 merupakan akhir masa jabatannya sebagai gubernur.

Gubernur juga mengharapkan agar seluruh ASN dan masyarakat mendukung program gubernur-wakil gubernur yang baru yang merupakan gubernur terpilih dan berharap Sulawesi Tengah dapat lebih maju, mandiri dan berdaya saing.

Hal senada juga pernah disampaikan Gubernur Longki pada saat membuka pasar murah di Palu bulan Ramadan lalu.

“Saya pribadi dan keluarga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat, terutama warga Palu atas segala kekurangan dan kehilafan selama memimpin Sulawesi Tengah dalam dua priode,” katanya, dalam pesan tertulis disampaikan Asisten II Sekdaprov Sulteng, Bunga Elim Somba.

Djonggala mengakui masih terdapat cela-cela kekurangan dalam kepemimpinannya di Provinsi Sulawesi Tengah yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat di daerah ini dalam berkoordinasi dan berkomunikasi dengan semua pihak.
Dengan segala kerendahan hati, “Saya sekali lagi menyampaikan permohonan maaf setulus-tulusnya kepada masyarakat di provinsi yang sama-sama kita cintai ini,” kata dia.

Ia juga menyampaikan terima kasih dan aopresiasi kepada para bupati dan wali kota, ASN, SKPD serta mitra kerja atas segala dukungan dan kerja samanya membantu tuigass-tugas kami selama menjadi gubernur dan wakil gubernur di daerah ini.

“Terutama kepada masyarakat Sulawesi Tengah telah memberikan mandat kepada kami, gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah, untuk memimpin Sulawesi Tengah selama masa jabatan dua periode,” kata dia.

Insyah Allah, kata dia, program-program yang telah dilaksanakan selama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Pada rapat Tepra kemarin , Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Ir. Bunga Elim Somba, M.Sc juga berpamitan karena pada 1 Juli 2021 akan beralih status sebagai dosen pada Universitas Tadulako Palu.

APBD Sulteng

Plt. Karo Pembangunan Wahyu Agus S.STP, MAP dalam laporannya mengatakan APBD Sulteng Tahun 2021 dengan total Rp4,4 triliun lebih yang terbagi atas; belanja operasi Rp3,2 triliun lebih, belanja modal Rp494,6 miliar lebih, belanja tidak terduga Rp53,3 miliar lebih dan belanja transfer Rp439,4 miliar lebih.

Proporsi belanja terbesar terdapat pada belanja operasi sebesar 76,8 persen. Selanjutnya belanja modal 11,6 persen belanja transfer 10,3 persen dan belanja tidak terduga 1,3 persen, dari total anggaran belanja operasi sebesar Rp3,2 triliun lebih, terbagi pada belanja pegawai sebesar Rp1,4 triliun lebih, belanja barang dan jasa sebesar Rp1,2 triliun lebih, belanja hibah sebesar Rp543 miliar lebih dan belanja bantuan sosial sebesar Rp2,9 miliar lebih.

Belanja modal sebesar Rp494,6 miliar lebih terbagi pada belanja modal jalan jaringan dan irigasi sebesar Rp197,5 miliar lebih, belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp165,9 miliar lebih, belanja modal peralatan mesin sebesar Rp109,4 miliar lebih, belanja modal aset tetap lainnya sebesar Rp21,6 miliar lebih dan belanja modal tanah sebesar Rp170 miliar. total anggaran belanja transfer sebesar Rp439,4 miliar lebnih terbagi pada belanja bagi hasil sebesar Rp431,1 miliar lebih dan belanja bantuan keuangan sebesar Rp8,3 miliar lebih. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas