Home Hukum & Kriminal

Kakek Bejat, Cucu Tiri Dicabuli Hingga Hamil

PRES RELEASE - Pihak Polres Poso saat melaksanakan pres release kasus pencabulan yang dilakukan seorang kakek. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)
  • Korban Diiming-imingi Uang Setelah itu Diancam

Poso, Metrosulawesi.id – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Poso mengamankan Kakek (YK) pelaku pencabulan anak, yang merupakan cucu tirinya.

Hal itu diungkapkan Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, SIK, yang didampingi Waka Polres Poso, Kompol Basrum Sychbutuh dan Kasat Reskrim IPTU Dicky A. Surbakti saat menggelar pres release di Mako Polres Poso, Senin 7 Juni 2021.

Kapolres Poso AKBP Rentrix menjelaskan, aksi bejat yang dilakukan tersangka YK itu dengan modus operandi mengiming-imingkan korban akan diberi uang serta mengancam korban agar tidak menceritakan aksi bejatnya ini kepada orang-orang.

Saat di amankan kata Kapolres, YK mengaku bahwa aksi bejat yang dilakukannya ini sebanyak tujuh kali, saat korban masih duduk di bangku kelas 3 (tiga) SD hingga korban duduk di bangku SMP.

“Awalnya YK yang berprofesi sebagai tukang Chain Saw atau tukang sensor ini membawa korban ikut bersamanya ke hutan yang ada di Desa Toinasa untuk memotong kayu, disitulah pertama kali korban disetubuhi YK, selanjutnya kejadian berulang saat korban beranjak di bangku SMP,” jelas Kapolres.

Terungkapnya kasus ini karena adanya kecurigaan dari guru sekolah, melihat kondisi fisik korban yang tidak lagi normal. Hingga akhirnya korban bersama neneknya (Isteri YK) dipanggil untuk datang ke sekolah.

Saat di sekolah korban dilakukan tes kehamilan dan hasil test tersebut positif hamil. Mengetahui hal itu, nenek korban langsung menanyakan siapa pelaku aksi bejat tersebut, kemudian korban mengakui bahwa pelaku bejat itu dilakukan oleh suami dari neneknya sendiri yaitu YK.

Namun, lanjut Kapolres, perkara tersebut belum langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian setempat, melainkan masih dilakukan upaya di desa. Hingga Mei 2021 perkara pencabulan baru dilaporkan ke Polsek Pamona Barat, atas laporan tersebut maka dilakukan upaya hukum lebih lanjut.

“Atas aksi bejat yang dilakukannya itu, YK disangkakan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” sebutnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas