Home Donggala

Tak Punya Asrama, Mahasiswa Sojol Bangun Pondok

BERDISKUSI - Mahasiswa asal Sojol saat menyampaikan keluhan mereka kepada salah seorang Anggota DPRD Donggala. Lokasi ini saban hari dijadikan tempat berdiskusi oleh para mahasiswa. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Mahasiswa Sojol yang tengah menempuh perkuliahan di Kota Palu butuh perhatian serius. Pasalnya, ratusan mahasiswa dari Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala tidak semuanya memiliki rumah tinggal di Kota Palu. Sebagian ada yang menyewa kontrakan, ada pula yang menumpang tinggal dengan kenalan.

Selain itu, di antara mereka juga ada yang kemampuan ekonomi keluarganya yang serba terbatas. Sehingga beban menuntut pendidikan makin sulit jika harus pula mengeluarkan biaya lebih untuk mengontrak selama menempuh pendidikan. Solusinya, perlu ada asrama bagi mahasiswa tersebut.

Sudah bertahun-tahun mahasiswa asal Kecamatan Sojol yang tengah menempuh pendidikan di Kota Palu harus pula beratap langit ketika berdiskusi atau hanya sekadar berkumpul bersama sebagai sesama anak daerah yang sedang menuntut ilmu di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Asa untuk punya asrama dan aula sampai saat ini belum bisa terpenuhi. Padahal, sejak sekitar 2009 masyarakat, mahasiswa maupun pelajar asal Kecamatan Sojol setidaknya sudah memiliki lahan untuk pembangunan Asrama Sojol yang dihibahkan oleh pemerintah Kabupaten Donggala saat itu.

Namun sampai saat ini, rencana pembangunan asrama yang peletakan batu pertamanya sudah dilakukan sejak lama tak kunjung terealisasi. Baru pondasi yang tampak di lokasi tidak jauh dari Universitas Tadulako tersebut. Alasan tak adanya anggaran menjadi penyebab rencana mendirikan asrama belum bisa terpenuhi.

Akhirnya para mahasiswa memanfaatkan lokasi itu sebagai tempat berkumpul, baik untuk berdiskusi atau sekadar beristirahat saat menunggu jam mata kuliah. Ada pula yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk mendirikan tenda dan menginap di sana. Lokasi tersebut dijadikan sekretariat oleh para mahasiswa, meskipun tak ada bangunan yang bisa dimanfaatkan.

Karena tak lagi tahan harus berpanas-panasan di bawah terik matahari, dan harus berhamburan saat hujan turun, akhirnya para mahasiswa berinisiatif untuk membangun pondok di lokasi itu sebagai tempat berdiskusi dan berkumpulnya para mahasiswa Sojol.

“Jumlah kami sekitar 400 sampai 500 orang menempuh pendidikan di Kota Palu. tapi sampai saat ini belum ada tempat berkumpul atau tempat persatuan untuk mahasiswa,” ungkap Andi, Ketua Panitia Percepatan Pembangunan Pondok Himpunan Mahasiswa Pelajar Sojol (Himapsol), akhir pekan kemarin.

“Ada lokasi yang katanya milik mahasiswa dan warga Sojol tapi saat ini belum dilakukan pembangunan sejak tahun 2009 sampai saat ini. Di situlah kami berkumpul, menjadikan lokasi tersebut tempat peristirahatan, tempat belajar, tempat diskusi kami, tempat curhat dan canda tawa kami selama menempuh pendidikan,” katanya.

Untuk mendirikan pondok berukuran 5×3 meter, para mahasiswa kemudian berinisiatif mengumpulkan bambu dari pantai dan mengambil kayu dari kebun warga di Kecamatan Sojol. Saat ini, proses pembangunan pondoknya tengah berjalan. Para mahasiswa mengerjakannya bersama-sama secara swadaya. Namun masih pula terkendala biaya untuk membeli beberapa material lagi. Seperti atap, papan dan semen.

“Kami tidak minta banyak dari apa yang pemerintah punya, dengan kondisi kami sekarang. Kami hanya minta satu, yaitu perhatikan kami mahasiswa dan pelajar.

Di tempat ini kami hanya beratapkan langit, beralaskan kayu dan bambu yang kami pungut dari Pantai Tondo, bekas tsunami,” Andi menambahkan.

Menanggapi keinginan para mahasiswa itu, salah seorang Anggota DPRD Donggala Kelvin Soputra langsung turun tangan. Dia pun mendatangi lokasi tersebut. Kelvin berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa di sana. Dia pun mengamini sejumlah permintaan mahasiwa.

“Kalau memang asrama belum bisa terwujud karena butuh anggaran besar juga, ya bangun yang kecil saja dulu. Tapi saya juga minta agar adik-adik mahasiswa bisa belajar dengan benar. Jangan kecewakan orangtua kalian,” kata Kelvin.

Dia pun bersedia memberikan bantuan agar pondok yang tengah didirikan oleh mahasiswa tersebut bisa segera berdiri. Kelvin menjanjikan atap seng dan listrik untuk kebutuhan mahasiswa di sana.

Menurut Ketua Himpasol Sahril, inisiatif membangun pondok tersebut diharapkan bisa menjadi awal mewujudkan harapan masyarakat Sojol untuk mendirikan asrama. Dia berharap kedepan mahasiswa asal Sojol tidak lagi kesulitan tempat tinggal di Kota Palu.

“Ini memang sifatnya hanya pondok sementara. Tapi semoga dengan adanya ini bisa mendorong agar rencana pembangunan asrama bisa terlaksana,” sebut Sahril.

“Dari itu, kami berinisiatif membangun pondok untuk teman-teman mahasiswa dan pelajar. Adapun bahan dan alat yang kami gunakan hasil kerja sama dalam pengambilan kayu hutan sebagai tiang dan sumbangan dari masyarakat yang sadar betapa penting pondok kecil buat kami,” jelasnya.

Upaya untuk mendirikan asrama Sojol memang sudah dilakukan sejak lama, baik oleh Forum Komunikasi Warga Sojol (FKWS) maupun oleh organisasi kemahasiswaan dari daerah tersebut. Lokasi untuk membangun asrama sudah ada, namun masih terkendala anggaran untuk merealisasikan pembangunannya.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas