Home Hukum & Kriminal

Sidang Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah di Petobo Dikawal Ketat, Cari Tahu Titik Koordinat

LAKUKAN PS - Mejelis Hakim PN Palu saat melakukan sidang PS di tanah milik Nicolaus Salama yang menjerat Sudryo sebagai terdakwa. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Majlis Hakim Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Kelas 1A Palu, yang diketuai Hj. Aisyah. H. Mahmud. SH. MH, dengan anggota I Ketut Darpawan. SH dan Enawati Anwar. SH. MH, Jumat 4 Juni 2021, melakukan sidang Peninjauan Setempat (PS) terhadap lokasi tanah yang menjerat Sudiryo sebagai terdakwa, karena dugaan penyerobotan tanah milik Nicolaus Salama, di Kelurahan Petobo (jalan Kebunsari).

Dalam PS tersebut, juga dihadirkan pihak Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Sigi, untuk mengukur dan mencari kembali titik kordinat dari tanah tersebut dengan nomor Sertifikat Hak Milik (SHM) 145, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, yang menangani perkara tersebut, pihak yang berperkara, kuasa hukum terdakwa Sudiryo dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng, Lurah Petobo, dan beberapa orang masyarakat yang tahu persis tenah tersebut.

PS tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa kelurahan Petobo, sehingga berjalan aman tanpa ada gangguan kemanan.

Untuk menentukan titik kordinat dan luas tanah tersebut, pihak PN Palu, ATR/BPN Sigi melakukan pengukuran dengan menggunakan alat khusus yang dimulai dari pojok utara batas tanah, sebelum melanjutkan tiga pojok lainnya.

Mengingat hari itu Jumat sehingga PS yang dilaksanakan pukul 09.00 tersebut dihentikan pada pukul 10.30, dan dilajutkan kembali usai shalat jumat di PN Palu untuk mengapdate data-data yang sudah terkumpul dilapangan dengan menggunakan google Map.

Namun saat dilakukan pemeriksan data-data di ruang sidang utama gedung PN Palu, belum ada kesimpulan yang pasti, karena perkara tersebut masih berlangsung pada sidang pemeriksaan saksi-saksi, untuk mencari tahun apakah tanah tersebut memang milik Nocolaus Salama atau memang tanah milik Nicolau Salam berada di tempat lain bukan di tanah yang sebelumnya milik orang tua Sudiryo.

Reporter: Salam Laabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas