Home Morowali Utara

PLN Jelaskan Alasan Listrik Sering Padam di Morut

FOTO BERSAMA - Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira, baru-baru ini memanggil Kepala ULP PT.PLN Kolonodale, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan serta lima orang camat. (Foto: Istimewa)

Morut, Metrosulawesi.id – Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira, baru-baru ini memanggil Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT. PLN Kolonodale Desnar Sabudu dan timnya, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan serta lima orang camat yakni Lembo Raya, Lembo, Petasia, Petasia Barat, dan Petasia Timur.

Hanya lima camat yang diundang karena ruang lingkup layanan ULP Kolonodale di Morut hanya lima kecamatan tersebut, ditambah dua kecamatan di Morowali yakni Bumi Raya dan Witaponda. Hanya Camat Lembo yang tidak hadir. Sedangkan Kecamatan Soyo Jaya dilayani oleh ULP Tentena, Kabupaten Poso, sementara Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato oleh ULP Toili, Kabupaten Banggai.

Rapat koordinasi yang berlangsung selama dua jam mulai pukul 20.30 Wita itu dimaksudkan untuk mengetahui apa penyebab aliran listrik ke pelanggan di Morut masih mati-hidup atau sering terjadi pemadaman. 

Wabup Djira yang didampingi Asisten II Setkab Morut Yunber Bamba, S.Pi, M.Si minta kepada pihak PLN  agar informasikan ke kita mengapa listrik masih sering padam. Kasihan kita ini (Pemda dan PLN) selalu dicerca masyarakat kalau mati lampu dan bagaimana jalan keluarnya.

Kepala ULP PLN Kolonodale Desnar Sabudu mengatakan bahwa Kabupaten Morowali Utara saat ini dan ke depannya berlimpah pasokan daya listrik. Posisi saat ini saja, sistem kelistrikan ULP Kolonodale ini memiliki daya mampu 9 Megawatt, sementara beban puncak (kebutuhan listrik tertinggi antara pukul 18.00 sampai 22.00 Wita) itu hanya 7,9 MW sehingga masih ada surplus 1 megawatt.

Dalam waktu dekat, kata Desnar, akan masuk lagi daya listrik dari PLTU Tomata milik PT.Buminata Energy Perkasa (BEP) sekitar 8,5 MW sehingga surplus akan semakin besar.

Lalu kenapa listrik masih sering padam? Kata Desnar, itu terletak pada masalah distribusi. Penyebab utamanya adalah kabel distribusi sering tertimpa pohon tumbang atau tanaman masyarakat yang menjangkau kabel listrik. Hal ini sering terjadi akhir-akhir ini karena kondisi iklim dimana curah hujan tinggi disertai angin kencang.

Selain itu, kata Desnar, ada pula gangguan listrik dari tanaman tahunan milik masyarakat yang tidak diizinkan dipangkas oleh petugas PLN karena mengganggu jaringan listrik. Yang begini ini, kami sangat mengharapkan bantuan bapak-bapak camat untjuk memberikan pengertian kepada masyarakat bila tim PLN hendak memangkas atau menebang pohon yang mengganggu jaringan listrik.

Kepala PLN yang juga putra daerah ini menjelaskan, sering terjadi pula, bila gangguan listrik terjadi di wilayah Kolonodale atau Petasia Barat, maka listik di seluruh wilayah ULP PLN Kolonodale akan padam total (black out). Mengapa? karena beban di wilayah Petasia Timur sampai ke Bumi Raya dan Witaponda itu besar sekali. Jadi, kalau ada wilayah lain yang padam, maka mesin-mesin lain tidak akan mampu mensuplai daya ke Petasia Timur sehingga otomatis semua mesin PLTD akan padam.

“Dalam kondisi seperti ini, PLN sedang berupaya memproteksi jaringan-jaringan tertentu dengan peralatan khusus sehingga bila di daerah itu terjadi gangguan, maka yang padam hanya daerah itu saja, tidak mempengaruhi wilayah lainnya,” ujarnya lagi.

Desnar memberi contoh, jaringan distribusi ke Kecamatan Lembo Raya itu sudah diproteksi sehingga bila terjadi gangguan jaringan di hutan-hutan karet di Lembo Raya, maka yang padam hanya di Lembo Raya saja, tidak akan berdampak ke Kecamatan Lembo dan kecamatan lainnya.

PLN, kata Desnar, sedang mengupayakan melakukan proteksi-proteksi seperti itu, namun terhambat oleh keterbatasan dana. Usulannya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, namun karena masalah COVID-19, maka anggarannya dipangkas. Mendengar penjeladan itu wakil Bupati meminta kesadaran masyarakat untuk ikut memeliharan keamanan jaringan distribusi listrik guna meminimalisasi pemadaman yang tidak terencana, karena PLN sendiri terus berupaya meningkatkan keamanan dan kualitas diustribusi kepada 26.000-an pelanggan di wilayah ini.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas